GPM PANGSI Diserbu Warga dan ASN, Pemkot Cimahi Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pangan Murah

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Antusiasme warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Pangan Pokok dan Segar Cimahi (GPM PANGSI) yang digelar di halaman Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, beberapa waktu lalu. Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Program yang digagas Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Sebanyak 31 tenant turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mayoritas merupakan pelaku usaha lokal yang memiliki KTP Kota Cimahi, sementara komoditas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disuplai langsung oleh Perum Bulog.

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras SPHP Rp. 58.000 per 5 kilogram, Beras lokal Rp. 70.000 per 5 kilogram, Gula Pasir Rp. 17.500 per kilogram, Minyakita Rp. 31.400 per dua liter, Telur Ayam Rp. 26.000 per kilogram, hingga Ayam Potong Rp. 33.000 per ekor.

Selain itu, masyarakat juga dapat membeli protein hewani dengan harga yang relatif lebih rendah dibanding pasar. Daging Sapi dijual mulai Rp. 70.000 hingga Rp. 130.000 per kilogram. Sementara kebutuhan bumbu dapur seperti Cabai Rawit, Cabai Keriting, Bawang Merah, dan Bawang Putih juga tersedia dengan harga yang lebih kompetitif. Berbagai jenis sayuran dan buah segar turut melengkapi kebutuhan konsumen.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dispangtan Kota Cimahi, Agus Mamidin Parid, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan pangan murah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal melalui konsep 3B yang diterapkan dalam program GPM.

“Konsep 3B yaitu Dibina, Dibela, dan Dibeli. Petani dibina melalui penyuluhan, dibela dengan dukungan bibit dan pupuk, kemudian hasil produksinya dibeli dan dipasarkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah. Tujuannya untuk memotong rantai distribusi sehingga harga yang diterima konsumen menjadi lebih terjangkau,” ujarnya.

Menurut Agus, tingginya minat masyarakat pada pelaksanaan GPM PANGSI kali ini menunjukkan kebutuhan terhadap akses pangan murah masih sangat tinggi. Bahkan jumlah pengunjung yang datang melebihi perkiraan panitia.

“Animonya sangat tinggi. Pengunjung membludak, baik dari masyarakat umum maupun ASN yang bekerja di lingkungan Pemkot Cimahi,” katanya.

Selain menjadi upaya pengendalian inflasi daerah, pelaksanaan GPM PANGSI juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga dapat berbelanja lebih dekat tanpa harus pergi ke pasar induk.

Dispangtan Kota Cimahi menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak 27 kali dalam satu tahun atau minimal dua kali setiap bulan. Hingga pertengahan tahun 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 13 kali di berbagai kelurahan di Kota Cimahi.

“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah. Harapannya masyarakat semakin mudah mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau dan stabilitas harga tetap terjaga,” tutur Agus.

Pemerintah Kota Cimahi optimistis Gerakan Pangan Murah akan terus menjadi instrumen efektif dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *