Kenaikan Harga BBM Tekan Penghasilan Kurir dan Ojol di Cimahi, Pendapatan Harian Menyusut

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku sejak 10 Juni 2026 mulai dirasakan dampaknya oleh para pekerja sektor informal di Kota Cimahi. Pengemudi Ojek Online (Ojol) dan kurir pengantar barang mengaku pendapatan harian mereka semakin tergerus akibat meningkatnya biaya operasional kendaraan, sementara tarif layanan masih belum mengalami penyesuaian.

Berdasarkan kebijakan terbaru, harga Pertamax naik dari Rp. 12.300 menjadi Rp. 16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp. 12.900 menjadi Rp. 17.000 per liter. Kondisi tersebut membuat para pekerja yang mengandalkan kendaraan bermotor harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salah seorang kurir paket asal Cihanjuang, Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, Iqbal Muhammad Ramzani (27), mengaku kenaikan BBM berdampak langsung terhadap pendapatan bersih yang ia terima setiap hari.

“Setiap hari saya harus berkeliling mengantar paket ke berbagai wilayah di Bandung Raya. Ketika BBM naik, ongkos kirim tetap, sehingga penghasilan bersih otomatis berkurang. Dulu masih bisa menyisihkan Rp. 100 ribu sampai Rp. 200 ribu per hari, sekarang rata-rata hanya sekitar Rp. 60 ribu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (11/6/2026).

Menurut Iqbal, profesi kurir tidak memiliki keleluasaan untuk memilih jarak pengiriman. Setiap pesanan yang masuk harus tetap diselesaikan, termasuk tujuan yang membutuhkan konsumsi bahan bakar lebih banyak.

Ia berharap perusahaan jasa pengiriman dapat mempertimbangkan penyesuaian tarif agar kesejahteraan para kurir tetap terjaga di tengah meningkatnya biaya operasional.

“Kami ini berada di garis depan pelayanan kepada pelanggan. Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin banyak kurir yang memilih berhenti bekerja karena pendapatannya tidak lagi sebanding dengan pengeluaran,” katanya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Iqbal kini beralih menggunakan Pertalite yang dinilai lebih terjangkau. Namun keputusan itu membuatnya harus menghadapi antrean panjang di SPBU. Bahkan dalam kondisi mendesak, ia mengaku kerap membeli bahan bakar eceran ketika kehabisan bensin di tengah perjalanan.

Keluhan serupa disampaikan Virlana (33), seorang pengemudi ojek online di Kota Cimahi. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga Pertamax membuat biaya operasional hariannya meningkat cukup signifikan.

“Penghasilan jelas berkurang. Jumlah order tidak berubah, tetapi biaya bensin naik. Kalau sebelumnya bisa membawa pulang sekitar Rp. 200 ribu per hari, sekarang paling sekitar Rp. 150 ribu,” ungkapnya.

Virlana menuturkan bahwa setiap kali mengisi bahan bakar, ia harus mengeluarkan tambahan biaya sekitar Rp. 10 ribu hingga Rp. 15 ribu dibandingkan sebelum kenaikan harga BBM. Untuk mengurangi beban pengeluaran, ia kini lebih selektif menerima order dan memilih perjalanan dengan jarak yang lebih dekat.

Selain itu, ia juga memperpanjang jam kerja hingga malam hari demi menutupi berkurangnya pendapatan harian.

Meski demikian, Virlana menilai tarif yang diterapkan oleh aplikasi transportasi online belum menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar yang terjadi saat ini.

“Harapan kami ada penyesuaian tarif dari pihak aplikasi agar pengemudi tidak terus menanggung beban kenaikan biaya operasional sendiri,” ujarnya.

Seperti halnya banyak pengemudi lainnya, Virlana juga memutuskan beralih dari Pertamax ke Pertalite sebagai langkah efisiensi. Namun, menurutnya, solusi tersebut hanya bersifat sementara karena antrean panjang di SPBU juga berdampak pada waktu kerja dan produktivitas.

Kenaikan harga BBM kali ini menjadi tantangan baru bagi pekerja sektor transportasi dan logistik yang pendapatannya bergantung pada aktivitas di lapangan. Di tengah belum adanya peningkatan tarif layanan, mereka berharap ada kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara biaya operasional dan penghasilan yang diterima setiap hari. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *