Penataran Kadertih Pencak Silat Militer Resmi Ditutup, Ketum IPSI Jabar Berikan Apresiasi

Ketua Umum IPSI Jawa Barat, H.Phinera Wijaya, S.E, (Kiri) bersama Komandan DISJAS TNI AD, Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han., (Kanan) saat penutupan Kadertih PSM TA 2026 di Cimahi. Jumat (29/05/2026)

TEROPONG INDONESIA- Cimahi-, Penataran Kader Pelatih Pencak Silat Militer (PSM) Ke-2 Tahun Anggaran 2026, resmi ditutup oleh Ketua Umum PSM, Brigjen TNI Andri Amijaya yang juga sebagai Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat, di Mako Disjad TNI AD, Jl. Baros, Cimahi. Jumat (29/05/2026).

Kegiatan yang diikuti 107 prajurit terbaik TNI AD dari berbagai satuan dari sabang hingga merauke tersebut, berlangsung secara terpusat sesuai program yang di gagas oleh Kepala Staff Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Ketua Umum IPSI Jawa Barat, H. Phinera Wijaya, S.E., yang berkesempatan hadir di acara penutupan Kadertih PSM TA 2026, pihaknya mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Sejak dikukuhkannya PSM oleh PB IPSI dan dihadiri KASAD, tepatnya 23 Mei 2025 lalu. Di luar dugaan saat ini, perkembangannya sungguh sangat luar biasa bahkan sangat pesat sekali,” kata kang Icak panggilan akbrabnya.

Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD serius dalam pembinaan dan pelestarian budaya serta prestasi pencak silat.

“Saya sangat yakin, jika PSM lahir dari seorang prajurit itu pasti akan berhasil. Karena prajurit memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, disiplin dan loyalitas yang terpatri di dalam dirinya. Jadi Pencak Silat Militer (PSM) bisa menjadi ruh dan bagian dari jati diri prajurit,” tutur dia.

Jadi saya sangat apresiasi, kata kang Icak. Pihaknya berharap prajurit yang telah mengikuti kadertih ini dapat menularkan ilmunya di daerahnya.

“Kalian adalah kader terbaik prajurit yang dipercaya satuan. Begitu kembali ke daerah harus di amalkan ilmunya, kembangkan dan terus tetap berlatih. Tunjukkan bahwa PSM dapat berprestasi dan di cintai rakyat sebagai olahraga budaya warisan leluhur bangsa Indonesia,” tutup dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *