Kebakaran Toko Vermont Cimahi Selatan, Lima Penghuni Berhasil Diselamatkan Tim Damkar

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Kebakaran hebat melanda Toko Vermont yang berlokasi di Jalan Baros, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu dini hari (27/5/2026). Api yang diduga dipicu korsleting listrik itu sempat mengancam keselamatan lima penghuni yang terjebak di lantai tiga bangunan.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 04.05 WIB. Merespons laporan tersebut, tim pemadam bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya dua menit kemudian, tepatnya pukul 04.07 WIB, dengan mengerahkan tiga unit pancar dan satu unit rescue.

Sebanyak 14 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus proses evakuasi penghuni. Saat petugas tiba, api diketahui sudah membesar dan merambat dari lantai dua menuju lantai tiga, termasuk membakar bagian kusen dan area gudang toko.

Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran bermula ketika penghuni terbangun akibat aliran listrik tiba-tiba padam. Saat melakukan pengecekan ke lantai dua, mereka mendapati bau gosong dan kobaran api yang sudah membesar.

Panik melihat kondisi tersebut, penghuni langsung menghubungi layanan darurat pemadam kebakaran melalui hotline. Situasi sempat kritis lantaran lima orang penghuni terjebak di lantai tiga, sementara titik api berada tepat di bawah area tempat mereka berlindung.

Beruntung, kesigapan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa. Seluruh penghuni dapat dievakuasi dengan selamat tanpa mengalami luka serius.

Proses pemadaman berlangsung selama sekitar satu jam dan api berhasil dikendalikan pada pukul 05.08 WIB. Dari total luas bangunan sekitar 600 meter persegi, kebakaran menghanguskan kurang lebih 210 meter persegi area toko.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp70 juta, terdiri dari kerusakan bangunan sekitar Rp20 juta dan kerugian barang serta isi toko senilai Rp50 juta.

Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset bernilai besar, yakni bangunan senilai sekitar Rp2 miliar dan barang dagangan senilai kurang lebih Rp500 juta sehingga kerugian yang lebih besar dapat dihindari.

Usai proses pemadaman, petugas langsung melakukan pendataan terhadap korban dan kerugian yang ditimbulkan. Seluruh personel pemadam kembali ke markas pada pukul 05.32 WIB setelah memastikan kondisi lokasi aman.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah potensi kebakaran. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *