Teropong Indonesia, KOTA BANDUNG – Ribuan Bobotoh tumpah ruah memadati jalur pawai juara Persib Bandung di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Jalan Asia Afrika, Minggu (24/5/2026). Lautan biru mendominasi pusat Kota Bandung sebagai bentuk selebrasi atas keberhasilan Maung Bandung kembali meraih gelar juara secara beruntun.
Pawai kemenangan dimulai dari Gedung Sate. Para pemain Persib tampil gagah menaiki kendaraan Unimog sambil mengangkat trofi juara ke hadapan ribuan pendukung yang telah menanti sejak pagi hari.
Sepanjang perjalanan, skuad asuhan Bojan Hodak terus menyapa Bobotoh yang memadati sisi kanan dan kiri jalan. Sorak sorai, nyanyian dukungan, hingga kibaran syal dan bendera biru-putih menciptakan suasana penuh euforia di pusat kota.

Tak hanya kalangan dewasa, anak-anak pun tampak antusias meneriakkan nama para pemain idolanya. Momen ini menjadi gambaran kuat betapa besar kecintaan masyarakat Bandung terhadap klub kebanggaan mereka.
Kemeriahan pawai juga diikuti sejumlah pejabat daerah yang turut larut dalam perayaan kemenangan Persib. Kehadiran mereka menambah semarak pesta rakyat yang berlangsung tertib namun penuh semangat.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengaku bersyukur atas pencapaian tim yang kembali berhasil mempertahankan prestasi di level tertinggi.
“Alhamdulillah, cita-cita kita tercapai. Berkat izin Allah dan doa dari semua umat, berjuta umat,” ujar pria yang akrab disapa Uwak Haji itu kepada wartawan di sela-sela pawai.
Terkait komposisi tim musim depan, Umuh menegaskan seluruh keputusan berada di tangan jajaran pelatih. Namun, ia berharap Bojan Hodak tetap bertahan untuk melanjutkan tren positif Persib.
“Mudah-mudahan pelatih masih bersama-sama kita. Saya berusaha pelatih bisa tetap bersama-sama. Ke depan juara, juara, juara,” katanya penuh optimisme.
Pawai juara ini menjadi simbol eratnya hubungan antara Persib dan Bobotoh. Gelar yang kembali diraih Maung Bandung bukan hanya menjadi kebanggaan klub, tetapi juga pesta besar bagi masyarakat Jawa Barat yang selama ini setia mendukung tim kebanggaannya. (Gani Abdul Rahman)





