Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pelaksanaan Pelatihan Kerja Mandiri melalui Mobile Training Unit (MTU) kejuruan barista Angkatan V Tahun 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi di Villa Neglasari, Kelurahan Cibabat, mendapat dukungan dari Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang.
Pelatihan yang berlangsung pada 18 hingga 23 Mei 2026 tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang lahirnya pelaku usaha baru di bidang kuliner dan industri kopi.
Rafael menyampaikan, dukungan terhadap program pelatihan kerja harus dilakukan secara berkelanjutan agar peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga memiliki kesempatan nyata untuk berkembang setelah pelatihan selesai.
“Harapannya peserta pelatihan punya skill dan setelah selesai mereka bisa mandiri, punya usaha sendiri, serta mampu meningkatkan taraf hidupnya,” ujarnya Kamis, 21/05/2026 saat melakukan kunjungan ke lokasi.
Ia menilai, keterampilan barista saat ini memiliki peluang yang cukup besar karena perkembangan usaha kopi dan kafe terus meningkat, termasuk di Kota Cimahi dan wilayah Jawa Barat.
Namun demikian, Rafael menegaskan bahwa dukungan tidak boleh berhenti hanya pada pelatihan. Menurutnya, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, hingga dunia usaha untuk membantu peserta dalam mendapatkan akses permodalan dan pendampingan usaha.
“Kita berharap ada dukungan lanjutan, termasuk dari pihak perbankan seperti Bank Jabar, supaya usaha-usaha kecil hasil pelatihan ini bisa berkembang. Jangan hanya usaha besar saja yang diperhatikan, usaha kecil juga harus didorong,” katanya.
Selain akses modal, ia juga menilai pentingnya pembinaan lanjutan agar para peserta mampu bersaing dan memiliki kepercayaan diri untuk membangun usaha mandiri.
“Yang penting mereka punya bekal skill dulu. Setelah itu harus dibantu supaya punya daya saing dan bisa bertahan menjalankan usaha,” tambah Rafael.
Program MTU Disnaker Kota Cimahi sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi dan praktik langsung, sekaligus sebagai langkah menekan angka pengangguran di daerah. (Gani Abdul Rahman)





