Ragam  

Pemuda Sukabumi Ubah Limbah Jadi Tempat Sampah Kreatif, Solusi Ramah Lingkungan untuk Ruang Publik

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Kreativitas anak muda di Kota Sukabumi patut mendapat apresiasi. Seorang pemuda Sukabumi menghadirkan inovasi dengan mengubah limbah menjadi tempat sampah kreatif yang dinilai ramah lingkungan, praktis, dan ekonomis. Inovasi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi atas minimnya fasilitas tempat sampah di sejumlah ruang publik di Kota Sukabumi, salah satunya di kawasan Lapang Merdeka.

Inovator muda bernama Panca menjelaskan, tempat sampah yang dibuatnya mengusung konsep sederhana namun efektif dengan memanfaatkan karung bekas sebagai wadah utama sampah. Sistem tersebut dinilai lebih praktis karena karung dapat dipasang dan dilepas dengan mudah tanpa harus menggunakan tong sampah konvensional.

“Tempat sampah ini cukup ramah lingkungan dan praktis. Kami memanfaatkan karung bekas yang dipasang pada ring besi sehingga mudah diganti saat penuh,” ujar Panca.

Tempat sampah tersebut menggunakan rangka besi berbentuk ring dengan diameter sekitar 45 sentimeter dan tinggi antara 80 hingga 90 sentimeter dari permukaan tanah. Sementara tinggi total unit mencapai sekitar 95 hingga 105 sentimeter, sehingga dinilai ergonomis untuk digunakan masyarakat maupun petugas kebersihan.

Dari sisi material, rangka dibuat menggunakan besi ulir 12 milimeter yang dilapisi cat antikarat agar lebih tahan lama. Sistem pengait pada bagian atas menggunakan klip atau engsel besi yang berfungsi menjepit bibir karung sehingga tidak mudah lepas. Karung yang digunakan pun berasal dari karung plastik bekas, seperti karung beras atau karung umum berkapasitas 60 hingga 80 liter.

Dalam penggunaannya, sistem kerja tempat sampah ini cukup sederhana. Karung dipasang dari bagian atas lalu dijepit pada ring besi. Sampah kemudian langsung masuk ke dalam karung, dan ketika penuh, pengait dibuka sehingga karung dapat dilepas dan diganti dengan yang baru hanya dalam waktu sekitar satu menit.

Menurut Panca, desain tersebut memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya lebih higienis karena petugas tidak perlu bersentuhan langsung dengan sampah, minim bau dan ceceran, tidak memerlukan pencucian tong, serta memiliki biaya perawatan yang rendah.

Selain itu, biaya produksi tempat sampah ini juga relatif terjangkau, yakni berkisar Rp270 ribu hingga Rp385 ribu per unit, tergantung bahan dan proses finishing. Bahkan, biaya tersebut disebut bisa lebih murah jika diproduksi secara massal.

Tempat sampah inovatif ini juga dapat diterapkan dalam berbagai model pemasangan, mulai dari model berdiri untuk taman dan trotoar, model tiang tanam di pinggir jalan, hingga model tempel dinding untuk gang, sekolah, maupun pasar.

Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah maupun komunitas lingkungan di Kota Sukabumi untuk mendukung langkah kreatif generasi muda yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Terlebih, masih minimnya fasilitas tempat sampah di sejumlah titik publik menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan kota. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *