Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memberikan penekanan tegas kepada seluruh sekolah, khususnya tingkat akhir, agar tidak menggelar kegiatan perpisahan secara berlebihan.
Ia meminta agar momen kelulusan cukup dilaksanakan secara sederhana di lingkungan sekolah tanpa kegiatan yang berisiko.
Menurut Ngatiyana, perpisahan bukanlah ajang untuk bermewah-mewahan atau melakukan perjalanan ke luar kota yang justru berpotensi menimbulkan persoalan, baik dari sisi keselamatan maupun beban biaya bagi orang tua.
“Perpisahan itu cukup sederhana saja di sekolah. Tidak perlu ada kegiatan ke luar kota atau yang bersifat hura-hura. Yang terpenting adalah makna kebersamaan dan rasa syukur atas kelulusan,” tegasnya, Selasa, (20/4/2026).
Ia menilai, kegiatan perpisahan yang berlebihan kerap menimbulkan dampak negatif, mulai dari risiko kecelakaan saat perjalanan hingga tekanan ekonomi bagi wali murid.
Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan kegiatan tersebut tetap dalam koridor yang aman dan wajar.
Ngatiyana juga mengingatkan pihak sekolah agar lebih bijak dalam merancang kegiatan bersama siswa, dengan mengedepankan nilai edukatif, kebersamaan, dan keselamatan.
“Kami tidak melarang perpisahan, tapi harus dikemas dengan baik, sederhana, dan tidak memberatkan. Keselamatan siswa adalah yang utama,” tambahnya.
Pemerintah Kota Cimahi berharap seluruh satuan pendidikan dapat mematuhi imbauan tersebut, sehingga momen kelulusan tetap menjadi kenangan yang positif tanpa menimbulkan risiko maupun polemik di masyarakat. (Gani Abdul Rahman)





