Pemkot Cimahi Dorong Pembangunan Bundaran Citeureup, Solusi Atasi Kemacetan di Titik Krusial

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi semakin mematangkan wacana pembangunan bundaran di perempatan Citeureup, titik pertemuan Jalan Kolonel Masturi dan Jalan Encep Kartawiria. Rencana ini digadang-gadang menjadi solusi strategis untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengungkapkan bahwa pembangunan bundaran merupakan salah satu pendekatan efektif dalam mengatasi persoalan lalu lintas, khususnya di simpang yang selama ini mengalami perpotongan arus kendaraan (crossing).

Pernyataan tersebut disampaikan Endang saat menjadi narasumber dalam talk show yang digelar bersamaan dengan event “Halalbihalal Rock n Roll Indonesia” di kawasan Ecowisata Cimahi, Sabtu (4/4/2026).

“Upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan salah satunya dengan mengubah simpang crossing menjadi bundaran, sehingga arus lalu lintas bisa lebih teratur dan minim konflik,” ujarnya, Senin, (6/4/2026) saat ditemui di Pemkot Cimahi.

Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Endang mencontohkan keberhasilan penataan lalu lintas di kawasan Jalan Daeng Ardiwinata setelah dibangunnya bundaran Cihanjuang, yang dinilai mampu meningkatkan kelancaran arus kendaraan secara signifikan.

Berdasarkan pemetaan Dinas Perhubungan, terdapat sekitar 10 titik kemacetan di Kota Cimahi, dan perempatan Citeureup menjadi salah satu yang paling krusial. Selain itu, simpang Jati juga sebelumnya menjadi perhatian, namun kini mulai menunjukkan perbaikan.

“Ke depan, fokus kami salah satunya di Jalan Kolonel Masturi yang menjadi salah satu titik padat kendaraan,” tambahnya.

Meski demikian, realisasi pembangunan bundaran Citeureup masih memerlukan koordinasi lintas kewenangan. Pasalnya, salah satu ruas jalan di kawasan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga sinergi antar pemerintah menjadi kunci percepatan proyek.

Endang menegaskan, pembangunan bundaran ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjawab dinamika pertumbuhan Kota Cimahi.

Sejak menjadi daerah otonom pada 2001, jumlah penduduk meningkat hampir dua kali lipat, dari sekitar 300 ribu menjadi mendekati 600 ribu jiwa.

Namun, pertumbuhan tersebut tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur jalan yang memadai. Dalam kurun waktu 25 tahun, penambahan jalan baru di Kota Cimahi hanya mencapai sekitar 1,6 kilometer, yakni Jalan Aruman dan Jalan Demang Hardjakusumah.

Sementara itu, total panjang jalan di Kota Cimahi baik jalan nasional, kota, maupun lingkungan hanya berkisar 308 kilometer.

“Dengan keterbatasan lahan dan minimnya penambahan ruas jalan, maka rekayasa lalu lintas seperti pembangunan bundaran menjadi solusi yang paling realistis,” jelasnya.

Pemkot Cimahi berharap, pembangunan bundaran Citeureup dapat segera direalisasikan guna meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di kawasan strategis tersebut. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *