Ani Karolina, S.Pd., M.Pd., Targetkan Pesantren Ekologi Menghasilkan Karya Terindah dan Terproduktif untuk Sekolah

Guru dan pelajar SMAN 1 Cipongkor saat menyimak pembukaan Pesantren Ekologi dari Dinas Pendidikan Jabar

TEROPONG INDONESIA- Bandung Barat-, Pesantren Ekologi Ramadan adalah sebuah program keagamaan khusus di bulan suci yang mengintegrasikan pendidikan spiritual Islam dengan kesadaran menjaga ekosistem. Programnya resmi dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk tahun 1447 H / 2026 M. Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pemahaman bahwa menjaga alam merupakan bagian dari manifestasi iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pelaksanaan program bertujuan untuk merespons berbagai isu lingkungan aktual yang sedang dihadapi masyarakat. Dengan mengusung tema “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin”, para siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara religi, tetapi juga memiliki empati kosmik terhadap sesama makhluk hidup. Dengan fokus utamanya adalah membentuk pribadi yang harmonis dengan Tuhan dan lingkungan sekitar.

Untuk mensukseskan program tersebut, Ani Karolina, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 1 Cipongkor memprogramkan khusus para siswanya pada bulan Ramadan melalui pesantren ekologi untuk menghasilkan karya terindah dan terproduktif untuk lingkungan sekolahnya.

“Programnya para siswa diarahkan untuk membuat atau memiliki taman perkelas yang ditanami oleh tumbuhan sebagai ciri khas setiap kelasnya. Taman yang terdiri dari tanaman hias atau sayur dan buah-buahan dibuat secara gotong royong oleh mereka” jelasnya saat interaktif bersama media cetak Tabloid Teropong Indonesia melalui sambungan telephonenya (24/2/2026)

Setelah itu, pihak sekolah akan melengkapi keindahan atau keasrian lingkungannya dengan koleksi burung yang akan dipajang di lingkungan sekolah dan kolam yang berisi ikan Mujair. Serta Rumah Sehat untuk tanaman yang perlu dirawat atau dikembangbiakan.

Ani Karolina, S.Pd., M.Pd., menceritakan pada momen Ramadan tahun ini suasana religius lebih terasa di sekolah yang dipimpinnya. Sebab para siswa masih banyak yang terlihat memprioritaskan memakai sarung dan peci ketika melaksanakan ibadah di sekolah. Selain itu, kerena mereka juga di lingkungan rumahnya terbiasa mengaji kitab kuning, sehingga dalam pembelajaran agama melalui pesantren ekologi pihak sekolah memilih mengajarkan ilmu yang belum mereka pelajari di rumah.

Menurutnya melalui pesantren ekologi, akan ada pengaruh positif untuk alam di masa depan. Karena para siswa di setiap sekolah ikut berperan di lingkungan sekitarnya untuk mewujukan program melestarikan dan menjaga alam yang menjadi prioritas Gubernur Jawa Barat dan Presiden Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *