Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Sebanyak 575 calon jemaah haji asal Kota Cimahi mengikuti manasik haji tingkat kecamatan selama empat hari, 11, 12, 14, dan 15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan krusial untuk memastikan kesiapan jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Manasik digelar di tiga lokasi berbeda, yakni Masjid Cihanjuang Cimahi Utara, Aula Masjid Agung Cimahi, dan KBIHU Darul Mutaqin. Rangkaian kegiatan dirancang komprehensif, mencakup pembekalan teori hingga praktik langsung tata cara ibadah haji dan umrah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cimahi, Nandang Rahayu, menegaskan bahwa pelaksanaan manasik tahun ini dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Di tingkat kecamatan, manasik dilaksanakan empat kali pertemuan, kemudian dilanjutkan satu kali manasik tingkat kota sebagai pemantapan akhir.
“Hari pertama diisi manasik nasional secara daring, kemudian dilanjutkan tatap muka di hari kedua. Hari ketiga memuat pembekalan pra-embarkasi, layanan di embarkasi, aktivitas selama penerbangan, hingga tata cara ibadah di Madinah dan Makkah,” ujar Nandang saat ditemui di Aula Masjid Agung Cimahi, Senin (16/2/2026).
Pada hari terakhir, seluruh calon jemaah mengikuti praktik langsung manasik haji dan umrah. Selain materi ibadah, peserta juga diperkenalkan dengan ketua kloter, petugas PPIH, serta mendapatkan pembekalan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik tetap prima menjelang keberangkatan.
Setelah manasik tingkat kecamatan, para calon jemaah dijadwalkan mengikuti manasik tingkat kota pada awal April 2026. Tahapan ini menjadi persiapan akhir sebelum bertolak ke Arab Saudi.
“Insyaallah seluruh calon jemaah haji asal Cimahi dalam kondisi siap berangkat tahun ini,” tegas Nandang.
Sebanyak 575 jemaah tersebut tergabung dalam Kloter 7 dan Kloter 22, dengan rencana keberangkatan pada April 2026.
Salah seorang calon jemaah, Didin Mahmudin (59), mengaku pembekalan yang diberikan sangat membantu. Ia merasa lebih siap setelah mengikuti rangkaian manasik.
“Alhamdulillah, penjelasan materi bisa dipahami. Mudah-mudahan nanti ibadah hajinya lancar,” ujarnya.
Didin menuturkan, dirinya telah menanti selama 13 tahun sejak mendaftar pada 2013. Tahun ini, ia akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat. Semoga semuanya dilancarkan,” katanya. (Gani Abdul Rahman)





