Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Di tengah menurunnya daya beli masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Cimahi terus berupaya beradaptasi agar tetap bertahan. Salah satunya adalah Pipit Sri Dewi Anjani, pelaku usaha ice cream homemade yang mengandalkan kreativitas rasa serta pemasaran digital untuk menjaga omzet penjualan.
Pipit menuturkan bahwa kondisi pasar saat ini cukup menantang. Penurunan daya beli masyarakat berdampak langsung terhadap penjualan. Untuk menyiasati hal tersebut, ia memaksimalkan platform marketplace makanan agar konsumen tetap tertarik berbelanja.
“Penjual harus memanfaatkan marketplace supaya customer mendapat keringanan atau diskon dari platform,” ujarnya.
Strategi ini dinilai efektif karena promo dari marketplace dapat membantu meringankan harga yang dibayar konsumen sekaligus menjaga perputaran penjualan.
Ice cream yang ditawarkan Pipit memiliki ciri khas homemade dengan varian rasa yang tidak biasa. Keunikan rasa menjadi daya tarik utama produk tersebut di tengah persaingan pasar kuliner yang semakin ketat. Dengan kualitas bahan dan inovasi rasa, produknya menyasar konsumen yang mencari pengalaman berbeda dalam menikmati es krim.
Saat ini, pemasaran dilakukan sepenuhnya secara online melalui marketplace food delivery dengan kisaran harga antara Rp20.000 hingga Rp50.000. Sistem penjualan digital dinilai lebih fleksibel dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus menanggung biaya operasional gerai fisik.
Dari sisi dukungan pemerintah, Pipit mengapresiasi peran Dinas terkait di Kota Cimahi yang telah memberikan kemudahan dalam pengurusan legalitas usaha. Menurutnya, kemudahan perizinan menjadi langkah penting dalam mendorong UMKM agar lebih berkembang dan memiliki daya saing.
Ke depan, Pipit berharap dapat mengembangkan usahanya dengan memiliki gerai offline di lokasi yang strategis. Selain itu, ia juga berharap adanya dukungan permodalan dari pemerintah untuk membantu ekspansi usaha.
“Harapannya bisa punya lokasi jual offline dan mendapatkan bantuan permodalan,” katanya.
Kisah Pipit menjadi gambaran bagaimana UMKM di Cimahi terus berinovasi dan beradaptasi di tengah tantangan ekonomi. Dengan dukungan ekosistem digital dan kebijakan pemerintah yang pro-UMKM, pelaku usaha kecil diharapkan mampu bertahan sekaligus berkembang lebih besar di masa mendatang. (Gani Abdul Rahman)





