Layanan Air Bersih Kota Cimahi Tetap Normal Meski Sungai Cimahi Meluap

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Luapan Sungai Cimahi yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sempat memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan air bersih bagi warga.

Namun, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Air Minum di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan normal di tengah situasi darurat tersebut.

Meski banjir melanda sejumlah wilayah, termasuk Cibodas, Kelurahan Utama, BLUD Air Minum DPKKP bergerak cepat dengan menyiagakan armada tangki air serta melakukan pemantauan langsung terhadap sistem distribusi. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Pelayanan Langganan BLUD Air Minum DPKP Kota Cimahi, Farhan Aditia, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh perangkat terkait untuk siaga sejak hari pertama banjir.

“Fokus utama kami adalah memastikan warga tidak mengalami krisis air bersih. Karena itu, distribusi bantuan air kami lakukan secara gratis dan terkoordinasi bersama Dinas Kesehatan serta Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya saat ditemui di kantor BLUD Air Minum, Selasa (27/1/2026).

Dalam dua hari terakhir, sebanyak 12 tangki air bersih atau sekitar 60.000 liter telah disalurkan ke titik-titik terdampak. Penyaluran dilakukan secara fleksibel, mengikuti kondisi lapangan dan kebutuhan warga.

Sebagai bagian dari strategi tanggap darurat, BLUD Air Minum DPKP juga memberlakukan penghentian sementara layanan pembelian air tangki.

Kebijakan ini diambil agar seluruh sumber daya dapat difokuskan untuk bantuan gratis bagi korban banjir.

Di sisi lain, Farhan menegaskan bahwa secara keseluruhan sistem penyediaan air bersih Kota Cimahi tidak mengalami gangguan berarti.

Kendala teknis sempat muncul akibat material sampah yang terbawa arus dan menutup intake air, namun dapat segera diatasi setelah debit air sungai menurun.

“Begitu kondisi memungkinkan, petugas langsung melakukan pembersihan. Saat ini intake sudah berfungsi kembali dan situasi dinyatakan aman,” katanya.

Dengan sistem yang kembali normal dan distribusi bantuan yang terus berjalan, BLUD Air Minum DPKP optimistis aktivitas masyarakat pascabanjir dapat pulih secara bertahap tanpa terganggu masalah ketersediaan air bersih. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *