Akhiri 2025, Pemkot Cimahi Resmikan Bundaran Jati sebagai Simbol Akselerasi Pembangunan Kota

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menutup tahun 2025 dengan meresmikan Bundaran Jati di kawasan Plaza Gedung A, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Rabu (31/12/2025). Infrastruktur baru ini menjadi penanda keseriusan Pemkot dalam mempercepat pembangunan kota sekaligus fondasi penataan Cimahi menuju 2026.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyebut peresmian Bundaran Jati yang juga dikenal sebagai Bundaran Cihanjuang bukan sekadar proyek lalu lintas, melainkan bagian dari strategi besar pembenahan ruang kota.

“Di penghujung tahun ini, Pemerintah Kota Cimahi meresmikan pekerjaan strategis daerah. Ini menjadi simbol percepatan pembangunan infrastruktur kota,” ujar Ngatiyana usai peresmian.

Bundaran Jati diklaim mampu mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah utara Cimahi serta memperkuat akses visual menuju kompleks pusat pemerintahan yang tengah direvitalisasi. Penataan kawasan tersebut menjadi wajah baru Kota Cimahi yang dirancang lebih fungsional dan representatif.

Peresmian Bundaran Jati melengkapi sejumlah proyek strategis yang telah diresmikan Pemkot Cimahi dalam sepekan terakhir. Di antaranya pengembangan layanan darah di RSUD Cibabat, pembenahan Puskesmas Cibeureum, revitalisasi ruang kelas SMP Negeri 9, serta pengoperasian Rumah Singgah di Kelurahan Cipageran.

“Revitalisasi SMP Negeri 9 membuat ruang belajar lebih representatif. Rumah Singgah di Cipageran juga sudah beroperasi. Dan hari ini kita resmikan Bundaran Jati,” kata Ngatiyana.

Pemkot juga tengah memproses rencana penggantian nama Jalan Jati menjadi Jalan Sudarna. Perubahan tersebut masih menunggu penetapan resmi.

“Masih dalam proses. Mudah-mudahan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ngatiyana, perubahan fisik kawasan perkantoran Pemkot Cimahi masih berada pada tahap awal. Ke depan, pembangunan akan dilanjutkan hingga area belakang dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti kantin, Plaza Rakyat, serta penataan ulang zona pelayanan publik.

“Nanti di belakang akan ada kantin dan Plaza Rakyat. Ini bagian dari perencanaan kita untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, arah pembangunan tetap difokuskan pada sektor layanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Memasuki 2026, Pemkot Cimahi menyiapkan sejumlah proyek prioritas dengan dukungan APBD yang diharapkan tetap stabil. Salah satunya pembangunan underpass Gatot Subroto sepanjang 600 meter di depan Pussenarmed.

“Tahapan sudah kita laksanakan, termasuk koordinasi dengan TNI, pemerintah provinsi, dan Kodam. Pelaksanaan diperkirakan mulai triwulan kedua tahun depan,” kata Ngatiyana.

Saat ini, perizinan proyek tersebut masih menunggu finalisasi dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan.

Selain itu, Pemkot juga bersiap meresmikan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Sekimun, menyelesaikan proyek Cipodang, serta menjalankan program drainase terpadu untuk mengurangi risiko banjir di sejumlah titik rawan.

“Kita fokuskan pembangunan drainase secara serentak. Mudah-mudahan pada 2026 titik-titik banjir bisa dikurangi,” ujarnya.

Penataan pedestrian dan trotoar turut menjadi bagian dari upaya pengendalian limpasan air sekaligus meningkatkan kenyamanan ruang publik. Dari sisi estetika kota, mural di underpass depan Rumah Sakit Dustira akan digarap oleh seniman lokal Cimahi.

“Kita libatkan para pelukis Cimahi. Sudah kita sayembarakan,” katanya.

Di sektor pendidikan, Pemkot Cimahi menargetkan pembangunan SMP Negeri 14 dan SMP Negeri 15 pada 2026. Sementara di bidang kesehatan, layanan dasar akan diperkuat melalui pembangunan Puskesmas Melong Tengah.

“Semua ini kita kejar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Masih banyak yang harus kita lakukan, dan mudah-mudahan perencanaan bisa berjalan kembali tahun depan demi kemajuan Kota Cimahi,” pungkas Ngatiyana. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *