Pemkot Cimahi Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu, Dorong Pelestarian Bahasa dan Budaya Sunda di Kalangan Pelajar

TEROPONG INDONESIA, Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sebagai upaya konkret dalam melestarikan bahasa dan budaya Sunda di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini berlangsung di SDN Kihapit, Kota Cimahi, pada Kamis (4/9/2025), dan disambut antusias oleh ratusan pelajar tingkat sekolah dasar.

FTBI menjadi ajang tahunan yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, melalui berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga warisan budaya lokal sejak usia dini.

“Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari 218 sekolah dasar di Kota Cimahi. FTBI diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan siswa terhadap bahasa dan budaya Sunda,” ujar Adhitia.

Selain mengapresiasi semangat para peserta, Adhitia juga menyoroti sejumlah program strategis Pemerintah Kota Cimahi dalam upaya pelestarian budaya Sunda.

Di antaranya adalah program “Rebo Nyunda” yang telah berjalan rutin, serta rencana integrasi materi aksara Sunda ke dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari muatan lokal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, penamaan jalan di Kota Cimahi juga akan dilengkapi dengan aksara Sunda, sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian identitas budaya daerah.

Festival FTBI kali ini menyuguhkan beragam lomba yang mengangkat bahasa dan seni Sunda, seperti menulis dan membaca puisi Sunda, menulis sajak, serta perlombaan lain yang berkaitan erat dengan ekspresi budaya lokal.

Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Sunda secara kreatif dan membanggakan.

Dengan terselenggaranya FTBI, Pemerintah Kota Cimahi berharap bahasa Sunda tidak hanya dipahami sebagai bagian dari pelajaran sekolah, melainkan juga sebagai warisan budaya yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *