Budaya  

Karaton Sumedang Larang Meriahkan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat

‎Pewarta : Steven Gervan

‎TEROPONG INDONESIA – Sumedang-,  Karaton Sumedang Larang turut ambil bagian dalam perayaan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat yang digelar di Kota Bandung, Selasa (19/8). Pada kesempatan tersebut, Karaton menghadirkan sejumlah pusaka dan seni tradisional, di antaranya Duplikat Mahkota Binokasih, Kereta Kencana Naga Paksi, Kereta Andong, serta penampilan kesenian Kuda Renggong yang menjadi ikon budaya Sumedang.

‎Rangkaian pusaka dan kesenian tersebut sebelumnya ditampilkan dalam acara kirab yang mengelilingi jalan utama Kota Bandung, sehingga menambah semarak perayaan hari jadi provinsi.

‎Sri Radya Karaton Sumedang Larang, PYM H.R.I Lukman Soemadisoeria, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan ruang bagi Karaton untuk turut serta dalam momentum bersejarah ini.

‎”Kami, Keluarga Besar Karaton Sumedang Larang, menghaturkan banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah mengundang Karaton untuk hadir dan memeriahkan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat,” ujarnya kepada Teropong Indonesia.

‎Namun demikian, Sri Radya juga menyampaikan rasa harapannya agar ke depan perhatian terhadap warisan budaya daerah semakin besar. Hal ini disampaikan lantaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tidak mengikuti acara hingga selesai sehingga belum sempat menyaksikan secara langsung seluruh rangkaian persembahan dari Karaton Sumedang Larang dan Kontingen Daerah lainnya.

‎”Tidak mengurangi rasa hormat, kami sangat menyayangkan Bapak Gubernur tidak dapat menyaksikan secara penuh apa yang telah kami persiapkan untuk ditampilkan di hadapan beliau. Besar harapan kami, budaya luhur peninggalan para leluhur ini dapat lebih diperhatikan di masa mendatang,” imbuhnya.

‎Kehadiran Karaton Sumedang Larang dalam perayaan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat menjadi simbol pentingnya pelestarian pusat budaya sebagai Sumedang Puseur Budaya Sundaserta (SPBS) serta bukti kontribusi Sumedang dalam menjaga kekayaan tradisi Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *