Jabar Genjot UMKM Naik Kelas, Pemprov Buka Akses ke Industri Besar dan Permodalan

Teropong Indonesia, KOTA BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas dengan membuka akses lebih luas ke industri besar serta sumber pembiayaan. Langkah itu diwujudkan melalui Workshop Kemitraan bagi UMKM melalui Rantai Pasok dan Penguatan Permodalan yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jabar di Ruang Publik Diskuk Jabar, beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang diikuti UMKM binaan tersebut menjadi strategi konkret pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing pelaku usaha lokal agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu masuk ke sistem ekonomi yang lebih besar dan terstruktur.

Saat dikonfirmasi via telpon Pelaksana Harian Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Ambar Triwidodo, menegaskan pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial tanpa dampak nyata.

“Kalau kita bicara UMKM tidak cukup melalui workshop, tidak cukup melalui seminar, tapi harus ada aksi nyata. Ini salah satu upaya nyata kami agar pelaku UMKM mendapatkan manfaat dan membuka wawasan baru,” ujarnya.

Menurut Ambar, Jawa Barat memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan UMKM nasional. Dari total 196 kawasan industri di Indonesia, sebanyak 36 kawasan berada di Jawa Barat. Kondisi itu dinilai sebagai modal strategis bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok industri besar.

Ia juga menyoroti ketentuan dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang mewajibkan industri besar menjalin kemitraan dengan UMKM. Regulasi tersebut dinilai harus dimanfaatkan maksimal agar pelaku usaha kecil memiliki ruang tumbuh yang lebih luas.

“Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita butuh pasokan bahan baku, akses pemasaran, hingga jaringan distribusi yang lebih modern. Karena itu kemitraan harus saling membutuhkan, saling menguatkan, dan saling menguntungkan,” katanya.

Dalam workshop itu, peserta mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber strategis. Perwakilan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat memaparkan peluang produk UMKM masuk ke pasar ritel modern. Sementara pihak perbankan dari PT BTN Kantor Cabang Bandung menjelaskan skema akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

Selain itu, pelaku usaha yang telah sukses membangun kemitraan bisnis turut berbagi pengalaman, mulai dari memperluas pasar hingga menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di level industri.

Pemprov Jabar berharap pola kemitraan yang lebih terarah dapat memperkuat kapasitas UMKM, memperluas jaringan usaha, serta mendorong peran lebih besar dalam rantai pasok industri nasional.

Dengan dukungan akses pasar dan permodalan, UMKM Jawa Barat ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus tulang punggung pertumbuhan nasional. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *