Ragam  

Pelatihan Konstruksi di Cimahi: Strategi Kolaboratif Bangun SDM Unggul dan Tekan Pengangguran

Teropong Indonesian, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi terus mengakselerasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui pelatihan vokasi yang kolaboratif dan terarah. Sebanyak 50 warga Cimahi kini tengah mengikuti pelatihan konstruksi bangunan yang digelar oleh LPK Budi Training Academy, berkat kerja sama strategis dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 10–20 Agustus 2025 di wilayah Neglasari, Kelurahan Cibabat, ini bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis seperti pemasangan bata dan pengecatan, tetapi juga dirancang untuk menjawab kebutuhan riil dunia kerja sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.

Direktur LPK Budi Training Academy, Budi Hermawan, menuturkan bahwa 50 peserta pelatihan telah melalui proses seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Disnaker Cimahi. Pelatihan ini bagian dari upaya membekali peserta dengan keahlian bersertifikat agar mampu bersaing dan langsung diserap dalam proyek-proyek konstruksi lokal.

“Kami tidak hanya melatih, tapi juga menyiapkan mereka untuk langsung masuk dunia kerja. Setelah pelatihan, kami telah menjalin kerja sama dengan Dinas PUPR Cimahi untuk penyaluran tenaga kerja di proyek-proyek yang sedang berjalan,” jelas Budi, Sabtu (16/8/2025).

Tak hanya itu, kegiatan ini turut melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi yang memberikan dukungan kepada individu pelaku pelanggaran hukum ringan yang kasusnya diselesaikan melalui mekanisme restorative justice. Mereka diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dengan mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat keahlian.

“Kehadiran Kejari menjadi bentuk pendekatan holistik dalam pembangunan masyarakat. Ini bukan hanya tentang pekerjaan, tapi juga tentang memberikan harapan kedua bagi mereka yang ingin memperbaiki masa depan,” ujar Budi.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam menekan angka pengangguran dan ketergantungan pada tenaga kerja dari luar daerah. Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Disnaker, Dinas PUPR, dan Kejari Cimahi dianggap sebagai model sinergi yang efektif.

LPK Budi sendiri telah memiliki rekam jejak kuat dalam melatih dan menyalurkan tenaga kerja di berbagai bidang. Sebelumnya, lembaga ini sukses melatih puluhan peserta di bidang barista, bakery & pastry, hingga public speaking, yang kemudian terserap di dunia usaha lokal.

“Sudah ada 80 peserta dari pelatihan sebelumnya yang kini bekerja, sebagian besar di kafe dan restoran di Cimahi,” terang Budi.

Lebih jauh, ia mengajak warga Cimahi untuk aktif memanfaatkan program pelatihan gratis yang tersedia, karena selain meningkatkan kompetensi, program ini juga membuka peluang kerja nyata.

“Program ini terbuka untuk semua. Pendaftarannya mudah, bisa langsung cek Instagram Disnaker Cimahi. Kami ingin masyarakat tahu bahwa ini bukan hanya pelatihan, tapi jalan menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Dengan komitmen untuk mendukung target Pemkot Cimahi dalam mencetak 10.000 tenaga kerja siap pakai, LPK Budi menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis dalam pembangunan SDM unggul.

“Pelatihan ini mencakup hard skills dan soft skills, seperti kepemimpinan dan komunikasi. Ini penting agar peserta tidak hanya bisa kerja, tapi juga mampu berkembang di dunia kerja yang terus berubah,” pungkas Budi. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *