TEROPONG INDONESIA – Kementerian ATR/BPN mencatat kenaikan volume layanan pertanahan sekaligus penerimaan negara pada semester pertama tahun 2026. Capaian ini disampaikan Sekretaris Jenderal Dalu Agung Darmawan saat memaparkan gambaran umum PNBP di hadapan Komisi II DPR RI, Rabu (1/7/2026).
“Per Januari–Juni 2026 kami menampung 3.782.001 berkas layanan, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang berjumlah 3.685.117 berkas. Nilai PNBP yang terkumpul sudah mencapai Rp1,423 triliun,” papar Dalu.
Ia menegaskan tingginya angka tersebut membuktikan layanan pertanahan memiliki peran strategis dan bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi rakyat. Secara historis, rata-rata PNBP lima tahun terakhir berkisar Rp2,6 triliun per tahun dari 8,4 juta berkas yang ditangani.
Dari sisi jenis layanan, pelayanan pertanahan masih menjadi penyumbang terbesar penerimaan, sementara layanan penataan ruang mencatat peningkatan signifikan baik jumlah berkas maupun nilainya. Layanan pendukung utama antara lain pendaftaran SK perpanjangan hak, jual beli, hak tanggungan, pengecekan sertipikat, KKPR, pemecahan bidang tanah, pewarisan, dan roya.
Dalu menilai reformasi birokrasi dan penyederhanaan prosedur menjadi kunci peningkatan kualitas layanan sekaligus pengoptimalan PNBP. “Layanan yang lebih cepat dan mudah akan mendorong lebih banyak transaksi pertanahan yang tertib administrasi, sehingga penerimaan negara pun ikut tumbuh,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyebut capaian ini adalah bukti nyata keberhasilan transformasi digital dan kelembagaan ATR/BPN. “Kami tidak hanya mengurus administrasi tanah, tapi menciptakan iklim kemudahan berusaha dan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh bangsa,” tambahnya.
Kata kunci: Kinerja ATR/BPN 2026, PNBP pertanahan, reformasi layanan, penyederhanaan birokrasi, layanan pertanahan digital





