TEROPONG INDONESIA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program strategis Kebun Pangan Lokal Perempuan (KPLP). Dukungan difokuskan pada penyediaan lahan dan penyelesaian status legalitas tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Selasa (7/4/2026). Menurutnya, program ini sangat selaras dengan upaya memperkuat ekonomi keluarga yang pada akhirnya juga berkontribusi dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Pada prinsipnya, kami sangat mendukung program ini karena berkaitan langsung dengan peningkatan ketahanan ekonomi perempuan. Dampaknya sangat luas, termasuk dalam upaya meminimalisir risiko kekerasan di lingkungan keluarga,” ujar Ossy.
Terkait ketersediaan lahan, Ossy menjelaskan mekanisme yang akan diterapkan. Setelah Kementerian PPPA menentukan lokasi yang dianggap paling strategis, pihak BPN akan segera menindaklanjuti dari sisi hukum dan administrasi pertanahan. Penanganannya akan disesuaikan dengan status tanah yang tersedia.
“Jika tanahnya merupakan tanah telantar, itu sudah menjadi kewenangan dan tanggung jawab kami. Namun, jika lahan tersebut milik instansi lain seperti TNI, BUMN, atau Pemda, maka harus dipastikan statusnya clean and clear dan sudah ada persetujuan pelepasan hak dari pemiliknya,” jelasnya.
Selain itu, opsi pemanfaatan aset yang tercatat di Bank Tanah juga menjadi salah satu alternatif yang akan dikaji dan dikoordinasikan lebih lanjut agar program ini bisa segera terealisasi di lapangan.
Program KPLP sendiri merupakan inisiatif pemberdayaan yang mengajak perempuan untuk mengelola kebun pangan berbasis komunitas. Tujuannya tidak hanya untuk ketahanan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi kaum hawa.
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi Asta Cita poin keempat tentang penguatan sumber daya manusia dan kesetaraan gender. Bagi Veronica, KPLP bukan sekadar lahan produksi, melainkan ruang edukasi yang nyata.
“Kebun ini bisa menjadi wadah pembelajaran yang praktis, mulai dari soal gizi hingga aktivitas produktif. Bahkan, ini juga bisa menjadi ruang edukasi bagi anak-anak, dengan perempuan sebagai penggerak utamanya,” pungkas Veronica.





