Utusan “The Heart of Nusantara” Malaysia Sambangi Karaton Sumedang Larang, Sri Radya Tegaskan Budaya Adalah Jembatan Persatuan Serumpun

‎Pewarta : Steven Gervan

‎Teropong Indonesia –Sumedang-, Semangat persaudaraan serumpun Nusantara kembali ditegaskan melalui kunjungan Delegasi Misi “The Heart of Nusantara” dari Malaysia ke Karaton Sumedang Larang, Sabtu (28/2/2026).

‎Delegasi yang berada di bawah naungan Pertubuhan Pengasas Usahawan Muda Johor (PPUMJ) itu dipimpin oleh Nurul Huda binti Ariffin (Puteri Tujuh). Dalam surat resminya, delegasi menyampaikan misi untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat kesatuan budaya, serta menjajaki kerja sama pelestarian warisan dan pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai tradisi.

‎Rombongan diterima langsung oleh Karaton Sumedang Larang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peradaban dan penjaga warisan budaya Sunda di Tatar Priangan.

‎Sri Radya Karaton Sumedang Larang, H.R.I Lukman Soemadisoeria, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia bukan sekadar hubungan diplomatik, tetapi hubungan batin dan sejarah panjang sebagai bangsa serumpun.

‎“Karaton Sumedang Larang terbuka untuk setiap ikhtiar yang bertujuan menjaga marwah budaya dan mempererat silaturahmi Nusantara. Warisan leluhur bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.

‎Ia menegaskan, kolaborasi lintas negara dalam bingkai budaya dapat menjadi kekuatan lunak (soft power) yang memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

‎Senada dengan itu, Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Rd Luky Djohari Soemawilaga, menilai kunjungan ini sebagai momentum strategis membangun jejaring budaya dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
‎“Budaya adalah fondasi. Jika budaya diperkuat, maka pendidikan karakter, pariwisata, hingga ekonomi kreatif akan ikut tumbuh. Kerja sama seperti ini membuka peluang pertukaran gagasan, festival budaya, hingga kolaborasi lintas generasi,” ujarnya.

‎Delegasi Malaysia dalam visinya menyebutkan bahwa keraton-keraton di Nusantara merupakan jantung identitas bangsa yang memiliki nilai historis dan spiritual mendalam.

‎Mereka berharap dapat belajar dari kebijaksanaan tradisi Karaton Sumedang Larang sekaligus menjalin kemitraan konkret di bidang pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

‎Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat bahwa tali silaturahmi ini menjadi langkah awal menuju sinergi yang lebih luas dalam membangun peradaban Nusantara yang berakar pada sejarah, namun relevan dengan tantangan zaman.

‎Kunjungan tersebut menegaskan bahwa di tengah batas geografis negara, semangat persaudaraan dan budaya Nusantara tetap menjadi pengikat yang kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *