Religi  

Safari Ramadhan Wali Kota Cimahi, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Dalam rangka mempererat silaturahmi dengan masyarakat, Walikota Cimahi hadir melalui program Safari Ramadan yang menggantikan kegiatan tarawih keliling (tarling).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Safari Ramadan di masjid Al Hasanah wilayah RW 01 Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, Selasa, (24/02/2026).

Menurut Ngatiyana, konsep dari tarling menjadi Safari Ramadan dilakukan agar kegiatan berlangsung lebih nyaman dan tidak terburu-buru.

“Saya ganti bukan tarling keliling, tapi Safari Ramadan. Biar kita lebih nyaman. Kalau tarling waktunya mepet, masyarakat jadi menunggu lama. Dengan Safari Ramadan, kita bisa mulai dari buka puasa bersama, salat magrib, hingga tarawih. Waktunya lebih panjang dan lebih efektif,” ujarnya.

Ngatiyana menjelaskan, tujuan utama Safari Ramadan adalah menjaga silaturahmi antara Pemerintah Kota Cimahi dengan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah warga, khususnya dalam momentum Ramadan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut sehingga jajaran Pemkot dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ngatiyana turut memaparkan sejumlah program dan capaian pembangunan yang telah direalisasikan Pemerintah Kota Cimahi sepanjang tahun 2025.

Salah satunya adalah penataan infrastruktur untuk mengurai kemacetan di kawasan Bundaran Jati, Cigugur Tengah (Ciganzol). Selain itu, Pemkot juga memperkuat layanan dasar masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

Di bidang kesehatan, Pemkot Cimahi telah menghadirkan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Citeureup, Puskesmas di Cibeureum, serta Unit Pengolahan Darah Rumah Sakit (UPDRS) di Cipabat. Dengan adanya fasilitas pengolahan darah tersebut, masyarakat tidak perlu lagi ke Kota Bandung untuk mendapatkan layanan darah.

“Ini untuk menyelamatkan jiwa masyarakat Cimahi. Kalau ada yang butuh darah, cukup di sini, tidak perlu ke Bandung,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot juga membangun Rumah Singgah di Cipageran untuk menampung warga terlantar, termasuk lansia yang tidak terurus akibat kondisi keluarga.

Di sektor pendidikan, sebanyak 25 ruang kelas telah direvitalisasi. Tahun ini, Pemkot juga berencana membangun satu SMP baru serta melakukan relokasi SD di wilayah Cipageran.

Ngatiyana menekankan bahwa seluruh program pembangunan dapat terlaksana berkat perencanaan matang dari Bappeda serta dukungan DPRD Kota Cimahi. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan anggaran membutuhkan persetujuan legislatif.

“Kalau DPRD ketok palu, baru bisa kita kerjakan. Jadi ada kolaborasi antara eksekutif dan legislatif,” jelasnya.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan oleh Kejaksaan Negeri guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan terhindar dari pelanggaran hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga mengungkapkan rasa bangganya atas sejumlah penghargaan yang diraih Kota Cimahi. Ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan dampak dari pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Beberapa perangkat daerah yang meraih predikat bebas korupsi dan tanpa pungutan liar antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Kecamatan Cimahi Selatan.

“Yang penting bekerja itu bermanfaat bagi masyarakat. Penghargaan itu nomor dua. Tapi saya bangga karena dinas-dinas kita bisa bebas dari korupsi dan pungli,” ujarnya.

Ia berharap ke depan semakin banyak perangkat daerah yang meraih predikat serupa, sehingga tata kelola pemerintahan di Cimahi semakin bersih dan profesional.

Ngatiyana meminta agar kegiatan Safari Ramadan dilaksanakan secara sederhana tanpa seremoni berlebihan.

“Saya maunya yang sederhana saja, tidak merepotkan. Yang penting silaturahmi dan manfaatnya,” pungkasnya.

Melalui Safari Ramadan, Pemerintah Kota Cimahi berharap kedekatan dengan masyarakat semakin terjalin, sekaligus memperkuat komitmen pelayanan publik yang transparan, bersih, dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *