Teropong Indonesia, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat percepatan pembangunan infrastruktur sepanjang 2025 hingga awal 2026. Wali Kota Muhammad Farhan menegaskan capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah menghadirkan kota yang aman, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warga.
“Dalam satu tahun kepemimpinan kami, berbagai program infrastruktur sudah kami percepat. Mulai dari Penerangan Jalan Lingkungan, perbaikan jalan, penataan kabel udara, hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Semua dilakukan agar warga bisa merasakan kota yang terang, tertata, dan nyaman,” ujar Farhan, Kamis (18/2/2026).
Dinas Perhubungan Kota Bandung membangun 501 tiang Penerangan Jalan Umum dengan total 4.106 titik PJL, yang menjangkau jalan utama, kawasan padat, hingga gang sempit. Sebanyak 88 tiang berasal dari usulan DPRD Kota Bandung, sementara 413 tiang dari Musrenbang. Program Penerangan Jalan Gang juga dijalankan di delapan lokasi percontohan menggunakan 120 tiang.
“Penerangan jalan tidak hanya soal estetika, tapi juga keamanan dan kenyamanan warga. Kami fokus menyalakan tiap sudut kota yang sebelumnya gelap,” kata Farhan.
Dalam sektor jalan raya, Pemkot memperbaiki 29,52 kilometer jalan di 266 ruas, termasuk Jalan Ir. H. Juanda, Batu Nunggal, Pahlawan, dan Cemara. Capaian kemantapan jalan kini mendekati 90 persen.
Farhan menjelaskan, rehabilitasi drainase sepanjang 14.657 meter dan pembangunan drainase baru 1.606 meter difokuskan di titik rawan genangan, termasuk Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Endah, Sukapura, Terusan Jakarta, Golf Raya, dan Leuwipanjang.
“Kami ingin warga tidak lagi khawatir genangan air saat hujan. Penanganan drainase menjadi prioritas agar aktivitas warga tetap lancar,” tegas Farhan.
Empat ruang publik besar direvitalisasi, yaitu Taman Lansia, Alun-alun Kota Bandung, Hutan Kota Babakan Siliwangi, dan kawasan bawah Jembatan Pasupati. Penataan menghadirkan fasilitas ramah lansia, jalur disabilitas, penerangan tambahan, perbaikan toilet dan mushola, serta zona olahraga.
Salah satu proyek strategis, Flyover Nurtanio senilai Rp62 miliar, sudah beroperasi sejak Desember 2025. “Flyover ini memangkas waktu tempuh, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan efisiensi perjalanan kereta api. Ini bukti pembangunan kami menyasar solusi nyata,” ujar Farhan.
Pemkot menuntaskan 1.785 unit rumah tidak layak huni hingga Desember 2025, ditambah bantuan stimulan swadaya dan program CSR, total perbaikan mencapai sekitar 2.100 unit.
Selain itu, penataan kabel udara dilakukan di 47 lokasi sepanjang 23,5 kilometer, termasuk pembersihan 14 ton kabel di Jalan Buah Batu.
“Penataan kabel udara, perbaikan rumah, dan pembangunan ruang terbuka hijau bukan sekadar proyek fisik. Ini tentang kualitas hidup warga yang lebih baik,” terang Farhan.
Ruang terbuka hijau Kota Bandung saat ini mencapai 12,56 persen atau 2.101,81 hektare. Pemkot terus meningkatkan kuantitas dan kualitasnya melalui optimalisasi lahan, penataan taman kota, dan pengembangan hutan kota.
Dengan capaian ini, Wali Kota Farhan menegaskan bahwa pembangunan Kota Bandung bergerak terukur dan merata. “Kami ingin setiap warga merasakan manfaat nyata: kota yang terang, tertata, aman, dan nyaman untuk beraktivitas,” tutup Farhan. (Gani Abdul Rahman)





