Efisiensi Anggaran Tak Hambat Pembangunan Cimahi, Wali Kota Ngatiyana Pastikan Program Prioritas Tetap Jalan

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menghambat roda pembangunan daerah. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memastikan seluruh program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat tetap berjalan, meskipun penyesuaian anggaran tengah dilakukan.

Ngatiyana menyampaikan, efisiensi justru menjadi momentum untuk menata ulang program agar lebih tepat sasaran dan memiliki dampak nyata. Menurutnya, Cimahi tetap optimistis dan tidak terpengaruh secara signifikan oleh kebijakan penghematan tersebut.

“Sehingga saya efisiensi lagi program-program yang kurang, outcome-nya kurang, sehingga kita kurangi,” kata Ngatiyana pada awak media saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cimahi Utara, Kamis (5/2/2026).

Salah satu langkah konkret efisiensi dilakukan dengan memangkas perjalanan dinas ke luar Provinsi Jawa Barat. Saat ini, tidak ada lagi keberangkatan rombongan besar dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ke luar daerah sebagai bentuk kesadaran bersama terhadap kebijakan penghematan.

“Kecuali kita ada undangan dari luar Jawa Barat, baru hadir satu-dua orang, ya. Yang program kunjungan banyak ke luar Jawa Barat hampir tidak ada, hampir tidak ada,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Cimahi juga menekan penggunaan alat tulis kantor (ATK) seiring pemanfaatan teknologi digital yang semakin masif.

Penggunaan ATK di lingkungan pemerintahan daerah dipangkas hingga 50 persen sebagai bagian dari efisiensi operasional.

Efisiensi juga diterapkan pada anggaran konsumsi rapat internal. Seluruh aparatur kini diwajibkan membawa perlengkapan pribadi tanpa penyediaan konsumsi dari anggaran daerah.

“Tetapi kalau tamu dari luar tetap kita jamu, nah gitu ya. Tetap kita jamu, ada snack dan sebagainya ada. Hanya ke dalam saja.
Itulah namanya efisiensi, tetapi program untuk pemerintah, untuk masyarakat tetap berjalan,” imbuhnya.

Ngatiyana menegaskan, meskipun dilakukan efisiensi, pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan harus dilayani secara cepat serta optimal.

“Ya kita efisiensi tapi bangun sendiri tahu kan ya? Puskesmas bangun, kemudian Bundaran Jati kita bangun, UPDRS kita bangun, rumah sosial rumah singgah kita bangun, laboratorium kesehatan kita bangun, itu kan anggaran semua,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemampuan fiskal Kota Cimahi masih cukup kuat untuk mendukung pembangunan strategis. Bahkan pada tahun ini, Pemkot Cimahi telah merencanakan pembangunan underpass sebagai salah satu proyek infrastruktur penting.

“Selama mengemasnya bener-bener baik, dan outcome-nya dirasakan masyarakat, tidak ke mana-mana anggaran itu tepat sasaran. Oh iya, kalau tepat sasaran bermanfaat bagi sesama,” tandas Ngatiyana. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *