Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air Sungai Pemkot Cimahi meluap, Sabtu (24/1/2026). Sejumlah warga di beberapa wilayah terdampak bersiaga dan melakukan upaya antisipasi untuk mencegah air masuk ke permukiman.
Warga Lamping RT 05/19, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, secara bergantian berjaga dan membersihkan area sekitar sungai. Mereka berupaya menghalau luapan air agar tidak masuk ke rumah-rumah yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Salah seorang warga, Agus (56), mengatakan hujan yang turun tanpa henti menjadi penyebab utama meningkatnya debit air sungai. Selain itu, aliran sungai terhambat material kayu dan batang pohon yang tersangkut di area Jembatan Lamping sehingga air meluap ke permukiman.
Luapan air juga terjadi di kolam pemancingan (balong) Leuwidadap RT 01/02, Kelurahan Cibabat. Menurut Faogo Halawa, derasnya arus sungai disertai jebolnya tanggul yang mengaliri balong menyebabkan air sungai masuk dan meluap ke area kolam.
“Saking kuatnya arus sungai serta jebolnya tanggul sungai yang mengaliri balong menjadi penyebab meluapnya air ke area balong,” ujar Faogo.
Hingga saat ini, belum diketahui jumlah kerugian, termasuk ikan yang terbawa arus. Sementara itu, sebagian warga yang terdampak masih membersihkan rumah dari lumpur yang keluar melalui saluran pembuangan kamar mandi yang terhubung langsung dengan aliran sungai.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, Sungai Pemkot Cimahi memiliki aliran sepanjang puluhan kilometer yang terhubung dari wilayah Kabupaten Bandung Barat, meliputi Cisarua, Parongpong, dan Lembang, sebelum bermuara ke Kabupaten Bandung sebagai anak Sungai Citarum.
Pemerintah Kota Cimahi sebelumnya telah mengeluarkan imbauan larangan pendirian bangunan di sepadan bantaran sungai. Namun hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya pihak terkait yang meninjau langsung lokasi kejadian.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di Provinsi Jawa Barat. Dalam peringatan dini yang dirilis BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Barat berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG memprediksi curah hujan berkisar 50–100 milimeter per hari yang berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Cimahi, Bandung Raya, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya kelembapan udara, suhu permukaan laut yang hangat di selatan Jawa, serta aktivitas gelombang atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan bantaran sungai, untuk tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. (Gani Abdul Rahman)





