Teropong Indonesia – KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi secara resmi mengoperasikan infrastruktur sanitasi baru melalui Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025.
Peresmian yang dipusatkan di Lapangan Andika, Kelurahan Melong, pada Rabu (17/12/2025) ini menandai langkah besar kota dalam menekan angka penyakit berbasis lingkungan dan stunting.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memaparkan bahwa proyek tahun ini berhasil membangun:
* 6 Unit IPAL Komunal: Melayani 401 sambungan rumah di Kelurahan Baros, Melong, Cibeureum, dan Citeureup.
* 250 Unit Tangki Septik Individual: Tersebar di 10 kelurahan di seluruh Kota Cimahi.
“Secara keseluruhan, ada penambahan 651 rumah tangga yang kini terlayani sistem sanitasi layak. Ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari meningkatnya kualitas hidup ratusan keluarga di Cimahi,” ujar Ngatiyana saat ditemui Kamis, 18/12/2025.
Pemilihan RW 10 Kelurahan Melong sebagai lokasi peresmian bukan tanpa alasan. Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi ini menjadi fokus utama pemerintah untuk menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS), terutama ke sungai dan saluran terbuka.
Sebelum adanya intervensi ini, banyak warga di 16 titik lokasi masih menggunakan cubluk atau membuang limbah domestik langsung ke selokan. Kondisi tersebut berisiko tinggi terhadap pencemaran air tanah dan penyebaran penyakit yang menghambat pertumbuhan anak-anak.
“Sanitasi yang layak tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan masa depan generasi kita,” tegasnya.
Ngatiyana juga memberikan imbauan khusus terkait pemeliharaan IPAL komunal yang menggunakan proses biologis. Ia mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam penggunaan saluran limbah.
“Masyarakat dilarang membuang limbah lemak dan minyak jelantah ke saluran sanitasi. Hal ini dapat mematikan bakteri pengolah kotoran dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga,” jelasnya.
Hingga akhir Desember 2025, total 853 sambungan rumah telah terbangun 100%, memberikan manfaat bagi lebih dari 3.000 jiwa. Program Sanimas DAK ini diharapkan menjadi stimulus bagi terciptanya permukiman yang lebih manusiawi, nyaman, dan berkelanjutan menuju Cimahi yang bebas kawasan kumuh. (Gani Abdul Rahman)





