Pengawasan Enam Sektor Vital Perkuat Antikorupsi Cimahi

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk memperkuat transparansi dan memberantas korupsi secara strategis dalam momentum peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Pesan itu menggema dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat” yang digelar di Alam Wisata Cimahi (AWC), Cimahi Utara, Selasa (9/12/2025).

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menekankan bahwa Hakordia bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan titik evaluasi kritis untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa perilaku koruptif adalah hambatan struktural yang secara langsung menggerus peluang kemakmuran masyarakat.

“Hakordia harus menjadi momen refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan. Perilaku koruptif itu merusak efektivitas pembangunan dan menghambat kemakmuran rakyat,” ujar Adhitia dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Cimahi akan terus menguatkan integritas birokrasi melalui indikator-indikator transparansi dan akuntabilitas, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program.

“Pemerintahan yang bersih harus dibangun secara sistematis dari hulu ke hilir. Kami berkomitmen menjalankan setiap proses pemerintahan tanpa celah bagi praktik koruptif,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Nurintan M.N.O. Sirait, mempertegas arah strategi pemberantasan korupsi yang menjadi perhatian kejaksaan.

Ia menyebut enam sektor vital yang saat ini berada dalam fokus supervisi kejaksaan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
Enam sektor tersebut ialah:
1. Swasembada pangan
2. Swasembada energi
3. Swasembada air
4. Ekonomi kreatif
5. Ekonomi hijau
6. Ekonomi biru

“Enam sektor ini menjadi prioritas karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat luas. Pengawasan dan penegakan hukum harus memastikan tidak ada penyimpangan di sektor-sektor strategis ini,” jelas Nurintan.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara kejaksaan dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas pencegahan serta penindakan korupsi.

“Semangat Hakordia harus menjadi energi kolektif. Setiap satu sen uang negara wajib kembali untuk kemakmuran rakyat,” pungkasnya.

Peringatan Hakordia di Cimahi tahun ini bukan hanya ajakan moral, tetapi deklarasi strategis bahwa pemberantasan korupsi adalah fondasi utama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjuta. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *