Harga Kepokmas di Pasar Tradisional Cimahi Mulai Naik, Pedagang dan Pembeli Keluhkan Stok Terbatas 

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di pasar tradisional yang ada di Kota Cimahi mulai merangkak naik jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Selain itu, para pedagang mengaku mulai kekurangan pasokan kepokmas akibat cuaca buruk yang menghambat distribusi.

Termasuk, stok barang yang sedikit akibat banyaknya pesanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bandung Raya, sehingga harga naik tajam dan membebani konsumen.

Pantauan di beberapa pasar, seperti Pasar Atas Baru dan Pasar Antri Cimahi menunjukkan harga cabai rawit merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp30.000 per kilogram kini naik menjadi Rp70.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah juga meningkat dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas pangan lain seperti telur, dan ayam potong. Harga telur ayam naik dari Rp28.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.

Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya biaya distribusi serta berkurangnya pasokan dari beberapa daerah produksi.

“Pengiriman dari sentra produksi agak terhambat karena cuaca buruk juga maraknya pesanan untuk SPPG penggandaan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Itu yang bikin pasokan turun dan harga naik,” ujar Neneng (55), salah satu pedagang di Pasar Atas Baru saat ditemui, Rabu, 03/12/2025.

Neneng mengatakan hal ini karena MBG/SPPG yangbada dikota Cimahi tidak membeli langsung ke pasar yang ada dicimahi tapi langsung ke pasar caringin, sehingga pedagang seperti kami berimbas kenaikan dan sepinya pembeli.

“Kami dengan terjadi hal ini menjadi merugi, karena tidak belanja langsung ke kami tapi malah ke pasar caringin langsung. Dagangan kami akhirnya sepi ditambah belanja bahan baku menjadi mahal,” ungkapnya.

Neneng berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi dengan mengeluarkan kebijakan sehingga harga kepokmas kembali stabil.

“Semoga pemerintah bisa memberikan solusi, baik belanja harga murah dan tidak sulit masyarakat membeli juga bagi SPPG untuk MBG juga bisa memberdayakan pedagang yang ada dipasar tradisional Kota Cimahi,” tandasnya.

Tak hanya pedagang, beberapa pengunjung pasar mengungkapkan kekhawatiran bahwa kenaikan harga ini dapat berlangsung lama bila tidak ada intervensi.

“Belanja jadi jauh lebih mahal. Kami berharap pemerintah cepat turun tangan,” kata Ningsih (48), warga Kelurahan Citeureup.*** (Gani Abdul Rahman)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *