Ragam  

Lewat HKN 2025, Cimahi Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Waspada DBD

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Dalam rangka memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengajak seluruh warga untuk semakin disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya ini dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi meningkatnya risiko penyakit.

Ajakan tersebut disampaikan bersamaan dengan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kota Cimahi, yang telah berlangsung sejak September 2025. Kepala Dinkes Kota Cimahi, dr. Mulayati, menjelaskan bahwa peringatan HKN tahun ini tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga mengedepankan edukasi serta pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

Mulayati menyebutkan, sejumlah program telah berjalan sejak pertengahan September. Salah satu yang mendapat perhatian luas adalah Gebyar Tes HPV DNA yang digelar pada 17 September–14 November dan diikuti 470 peserta. Selain itu, Dinkes juga mengadakan Kampanye Tuberkulosis (TB) serta Konseling Terpadu bagi masyarakat.

Pendidikan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam HKN tahun ini. Pada 11 November, Dinkes menggelar seminar mengenai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, yang diikuti berbagai unsur masyarakat. Menyasar kelompok rentan, Dinkes juga melaksanakan skrining balita stunting oleh dokter spesialis anak di 13 Puskesmas pada 12–24 November.

Tak hanya itu, beberapa kegiatan lain turut digelar, seperti tes kebugaran untuk ASN pada 13–14 November dengan 270 peserta, serta Lomba Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perkantoran pada 18–20 November. Pemenang lomba K3 akan diumumkan pada puncak HKN pada 1 Desember 2025.

Pada hari ini, 21 November, Dinkes juga melaksanakan Senam Antar OPD di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi dan seluruh Puskesmas. Total terdapat 21 perangkat daerah dan 13 Puskesmas yang terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan kesehatan tahun ini.

Memasuki musim penghujan, dr. Mulayati tak lupa mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski tren kasus saat ini belum menunjukkan kenaikan signifikan, langkah antisipasi harus tetap dilakukan.

“Yang paling penting adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Ini harus menjadi gerakan rutin seluruh masyarakat, bukan hanya saat kasus meningkat,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa fogging akan dilakukan bila diperlukan, namun menegaskan bahwa fogging bukan metode utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentiknya.

Selain memperingati HKN, Dinkes Kota Cimahi juga terus menjalankan program prioritas penanganan dan pencegahan stunting sesuai rencana kerja yang telah disusun. Melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan layanan kesehatan, Cimahi menargetkan peningkatan kualitas gizi dan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Berbagai rangkaian kegiatan ini menjadi bukti komitmen Dinkes Kota Cimahi dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Cimahi diharapkan mampu membangun kota yang lebih sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan penyakit di masa mendatang,”. Pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *