Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Festival Putih Abu-Abu Tingkat Kota Cimahi 2025 kembali digelar sebagai ruang ekspresi kreatif bagi pelajar SMA/SMK/MA se-Kota Cimahi. Berlangsung di Lapangan Olahraga SMPN 4 Cimahi pada beberapa waktu lalu,
Acara ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk menegaskan komitmen dalam memberdayakan generasi muda melalui seni, budaya, musik, dan kegiatan kewirausahaan. Lewat ajang ini, semangat eksplorasi dan kolaborasi antarpelajar dikedepankan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Mengangkat tema “Festival Putih Abu-Abu untuk Cimahi Mantap Makin Hepi”, festival tahun ini dirancang tak sekadar sebagai hiburan semata. Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi pelajar untuk menegaskan jati diri sebagai generasi berkarakter dan berprestasi.
Ia berharap para peserta mampu menunjukkan kreativitas sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat, sehingga dapat menjadi motor penggerak kemajuan kota.
Adhitia juga menggarisbawahi pentingnya memberikan ruang bagi remaja untuk berkembang. Dengan jumlah penduduk usia 16–30 tahun mencapai sekitar 150 ribu jiwa di Kota Cimahi, potensi besar itu menurutnya harus terus dipupuk. Ia menilai bahwa kelompok usia tersebut adalah aset utama menuju masa depan kota sekaligus kontribusi nyata menuju visi Indonesia Emas 2045.
Lebih jauh, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa melalui festival ini Cimahi ingin menampilkan kepada publik bahwa para remajanya tidak kalah kompetitif dibandingkan daerah lain. Kreativitas, inovasi, dan kemampuan bersaing pelajar Cimahi diharapkan dapat menjadi bukti bahwa kota ini memiliki generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman.
Saat dikonfirmasi via telpon Sabtu, 15/11/2025 Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi ruang apresiasi bagi pelajar.
Selain memperkuat hubungan antarsekolah, kegiatan ini diharapkan dapat memacu sportivitas serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Festival ini juga menjadi sarana untuk memperluas partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah melalui aktivitas seni dan wirausaha.
Rangkaian kegiatan festival tahun ini mencakup kompetisi band antar pelajar, pameran produk wirausaha muda, bazar unggulan sekolah, serta hiburan dari bintang tamu. Selain memperebutkan hadiah, peserta juga didorong untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga nama baik sekolah.
Festival Putih Abu-Abu 2025 diharapkan mampu melahirkan inspirasi baru bagi generasi muda Cimahi agar terus berkarya, berkolaborasi, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Cimahi yang mantap, makin hepi, dan berdaya saing. (Gani Abdul Rahman)





