Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi memastikan bahwa beras yang disalurkan melalui program bantuan Rakyat Miskin Daerah (Rastrada) merupakan beras premium yang langsung dipasok dari Perum Bulog.
Meski jumlah penerima mengalami pengurangan, program Rastrada tetap berjalan sesuai jadwal. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan 10 kilogram beras premium per bulan, yang disalurkan dalam empat termin selama satu tahun.
“Beras yang disalurkan melalui Rastrada dipastikan beras premium, dan langsung dari Bulog,” tegas Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan Sosial, dan Fakir Miskin Dinsos Cimahi, Hendi Purwanda, saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Menurut Hendi, penurunan jumlah KPM terjadi karena berbagai faktor, di antaranya perpindahan domisili, kematian, atau adanya bantuan sosial lain yang diterima oleh calon penerima.
Hendi menjelaskan bahwa penetapan KPM dilakukan melalui mekanisme verifikasi berlapis yang mengikuti pedoman Kementerian Sosial. Usulan berasal dari pemerintah tingkat bawah, lalu diverifikasi sebelum akhirnya ditetapkan sebagai penerima bantuan.
“Data penerima harus masuk dalam database yang telah ditentukan. Prosesnya mulai dari usulan hingga verifikasi, baru kemudian penetapan,” ujarnya.
Terkait kualitas, Hendi menegaskan bahwa beras yang disalurkan telah melalui pemeriksaan langsung oleh Dinsos Cimahi bersama Bulog. Pengecekan dilakukan secara acak dengan membuka karung satu per satu untuk memastikan kesegaran dan kualitasnya.
“Dinsos rutin melakukan pengecekan langsung ke gudang Bulog. Kami pastikan beras yang diterima masyarakat dalam kondisi fresh dan layak konsumsi,” katanya.
Meskipun pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari kendala, Hendi menyebutkan bahwa Dinsos terus melakukan evaluasi di setiap termin guna memastikan distribusi berjalan lancar.
“Setiap termin selalu dievaluasi agar kendala-kendala yang muncul bisa segera diatasi,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa jumlah penerima tidak dapat bertambah dalam satu tahun anggaran, namun jumlahnya bisa berkurang karena alasan administratif atau kondisi sosial ekonomi penerima.
“Program ini gratis, tidak dipungut biaya apapun. Tujuannya murni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Hendi.





