Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus mendorong penguatan inovasi dan potensi lokal di tingkat kelurahan melalui Penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga 2025. Kegiatan ini resmi digelar di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi pada Jumat (19/9/2025), di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, S.E., Ak., CA., membuka langsung kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya peran kelurahan sebagai ujung tombak pembangunan daerah.
Menurutnya, ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan momentum strategis untuk memetakan dan mengembangkan potensi wilayah secara berkelanjutan.
“Penilaian ini tidak hanya berdasarkan pada standar pelayanan minimal, tetapi juga melihat bagaimana setiap kelurahan mampu menggali potensi unggulannya. Kelurahan dituntut untuk inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakatnya,” ujar Adhitia.
Salah satu contoh potensi yang disebutkan adalah destinasi wisata Puncak Padakasi di Kelurahan Cibeber, yang kini mulai dikenal sebagai “rooftop-nya Cimahi” karena berada di ketinggian 951 mdpl.
“Jika potensi ini dikemas secara baik oleh pihak kelurahan bersama masyarakat, tentu akan menjadi nilai tambah dalam penilaian,” tambahnya.
Dewan juri akan menilai seluruh peserta untuk menentukan kelurahan terbaik di tingkat kota. Pemenangnya akan mewakili Kota Cimahi dalam ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Tak tanggung-tanggung, juara di tingkat provinsi akan memperoleh bantuan keuangan stimulan selama sembilan bulan dari Pemerintah Provinsi.
“Persaingan cukup ketat, tapi kami optimistis Cimahi bisa meraih prestasi terbaik. Ini sekaligus menjadi peluang besar untuk mendorong kemajuan wilayah secara nyata,” kata Adhitia.
Ajang Anugerah Gapura Sri Baduga 2025 merupakan transformasi dari Lomba Desa dan Kelurahan yang telah berlangsung sejak 2015 berdasarkan regulasi Kementerian Dalam Negeri.
Namun pada tahun ini, format lomba mengalami penyempurnaan dengan menggabungkan berbagai elemen penilaian menjadi satu kompetisi yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Pemkot Cimahi berharap, melalui ajang ini, seluruh kelurahan semakin terpacu untuk berinovasi. Adhitia menekankan bahwa peran aktif aparatur kelurahan sangat vital dalam menciptakan perubahan.
“Inovasi tidak datang dari pusat kota, tapi lahir dari wilayah. Karena itu, aparatur di kelurahan harus menjadi agen perubahan, menggali dan mengelola potensi lokal yang bisa menjadi kekuatan masa depan Kota Cimahi,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)





