Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Gunung Padakasih, yang terletak di perbatasan antara Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, mulai menjadi daya tarik baru bagi para pecinta alam dan sejarah. Dengan ketinggian 951 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menyimpan banyak kisah geologis dan budaya yang menjadi bagian dari sejarah terbentuknya wilayah Bandung Raya.
Terletak di kawasan Pegunungan Pematang Tengah, Gunung Padakasih berdiri di antara Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan dan Desa Giriasih serta Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar. Lokasinya hanya sekitar 4,6 kilometer dari pusat Kota Cimahi, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau dari berbagai arah.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menyampaikan bahwa potensi Gunung Padakasih sebagai kawasan wisata alam sangat besar. “Gunung Padakasih bukan hanya menjadi ruang eksplorasi alam, tapi juga menyimpan nilai sejarah geologis yang sangat penting. Ini menjadi bagian dari strategi pengembangan wisata alam berbasis edukasi dan konservasi di Kota Cimahi,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu 24/08/2025.
Gunung Padakasih merupakan bagian dari Pegunungan Pematang Tengah, jajaran gunung yang dipercaya sebagai batas antara segmen timur dan barat Danau Bandung Purba. Keberadaan gunung-gunung ini, menurut berbagai sumber, menjadi bukti nyata terbentuknya Bandung Raya dari sebuah danau purba ribuan tahun lalu.
Untuk mencapai Gunung Padakasih, pendaki bisa memulai perjalanan dari berbagai jalur. Dari arah Cimahi, salah satu rute yang direkomendasikan adalah melalui Kampung Padakasih di Kelurahan Cibeber, dengan titik awal di sekitar Masjid An Nur Gerbang Cikahuripan. Jalur ini cukup ringan dan ramah untuk pendaki pemula.
Adhitia juga menekankan pentingnya pelestarian kawasan tersebut. “Kami sudah bekerja sama dengan Jagawana dan warga setempat dalam mengelola area Hutan Kota di kaki Gunung Padakasih. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan untuk edukasi lingkungan sekaligus rekreasi masyarakat,” tambahnya.
Sepanjang jalur pendakian, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam berupa kebun singkong, hutan bambu, dan lembahan alami. Saung-saung kecil juga telah disediakan bagi wisatawan yang ingin beristirahat sambil menikmati suasana tenang dan sejuk dari dataran tinggi Cimahi.
Tak hanya itu, dari beberapa titik pendakian, panorama Kota Cimahi dan Bandung dapat terlihat dengan jelas, menjadikan pengalaman mendaki semakin menarik.
Adhitia Yudhistira berharap, dengan penataan yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat, Gunung Padakasih bisa menjadi salah satu ikon wisata alam dan sejarah Kota Cimahi. “Gunung Padakasih adalah warisan alam dan sejarah. Sudah saatnya kita jaga dan manfaatkan secara bijak untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)





