Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menghadiri rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa (12/8/2025) untuk membahas Dana Alokasi Khusus (DAK). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah arahan strategis bagi Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam meningkatkan kinerja dan memperkuat posisi fiskal daerah.
Menurut Ayep Zaki, Kemendagri memberikan ruang bagi Pemkot Sukabumi untuk berinovasi dalam pengelolaan program pembangunan, sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, komposisi fiskal Kota Sukabumi masih didominasi transfer daerah sebesar 65 persen, sementara PAD baru mencapai 35 persen.
“InsyaAllah dalam lima tahun ke depan kita akan berusaha agar PAD bisa menembus di atas 50 persen. Saat ini gambaran positifnya sudah terlihat, di mana dalam enam bulan terakhir ada kenaikan fiskal murni sebesar 60 persen,” ujarnya.
Meski begitu, Ayep mengakui adanya penurunan pendapatan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) akibat aturan baru BPJS serta proses rehabilitasi ruang oleh Kris yang berlangsung selama empat bulan. Kendati demikian, ia menegaskan kualitas pelayanan justru meningkat dibanding sebelumnya, walau omzet sedikit menurun.
Kemendagri, lanjut Ayep, juga menekankan pentingnya BLUD, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Pusat Daerah (Pusda) untuk terus mencatatkan keuntungan. Pemkot berkomitmen melaporkan kinerja lembaga-lembaga tersebut dua kali setahun, yakni setiap pertengahan dan akhir tahun.
“Untuk tahun ini, laporan Juli 2025 akan kami sampaikan di akhir Agustus,” tambahnya.
Terkait peningkatan PAD, Ayep memastikan tidak akan menaikkan tarif pajak, melainkan fokus pada optimalisasi kepatuhan wajib pajak. “Kita ingin semua wajib pajak jujur membayar, termasuk pajak PBB. Tahun ini kita akan evaluasi hasil pungutannya,” tegasnya.
Ia menilai, laporan menyeluruh kepada Kemendagri sangat penting untuk memastikan pembangunan Kota Sukabumi selaras dengan program pemerintah pusat dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. “Semua ini agar Kota Sukabumi tegak lurus dalam pembangunan yang berpihak pada masyarakat,” pungkasnya. (rifal).





