Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri pelantikan pengurus baru KONI Kota Sukabumi masa bakti 2025–2029 yang mengusung slogan “Ayeuna Waktuna, Ngahiji Berprestasi Menuju Kota Sukabumi Bercahaya” dan tagline “Bergerak Menang”. Acara digelar di GOR Merdeka Kota Sukabumi, Selasa (12/8/2025).
Usai acara, Bobby menegaskan pentingnya integritas, kompetensi, dan sinergi antara KONI dan Pemerintah Kota dalam memajukan olahraga.
“Kita sangat mendukung perkembangan cabang-cabang olahraga di Kota Sukabumi. Tahun ini saja, kita sudah menggelar pertandingan basket tingkat provinsi yang sebelumnya sudah lama vakum, kemudian inline skate tingkat nasional, jiu-jitsu, tinju, dan nanti di September ada babak kualifikasi Forprov, serta berbagai event lainnya,” ujar Bobby.
Menurutnya, fokus pengembangan olahraga juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan kapabilitas dan popularitas Kota Sukabumi.
“Atlet-atlet kita memiliki bakat dan kemampuan luar biasa sejak dulu. Popularitas ini penting, apalagi tahun 2026 diperkirakan TOS S3 selesai dibangun. Kita harus mempersiapkan jamuan bagi wisatawan, bukan hanya infrastruktur, tapi juga event-event olahraga dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Bobby berharap, wisatawan yang datang bisa menginap di hotel-hotel Sukabumi, menikmati kuliner, membeli batik, dan produk lokal lainnya. Hal ini, menurutnya, akan menciptakan simbiosis saling menguntungkan antara berbagai sektor, termasuk olahraga.
“Di tahun 2026, kita akan lihat cabang olahraga mana saja yang mengharumkan nama Kota Sukabumi, itu yang akan diprioritaskan. Tanpa membedakan cabang lain, semua tetap punya kesempatan. Saat ini ada sekitar 190 cabang olahraga, tapi fokus kita pada yang produktif, supaya hibah pemerintah tepat sasaran,” tegasnya.
Pemerintah, kata Bobby, telah menyiapkan anggaran melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung sektor olahraga. Ia menekankan pentingnya kemandirian agar tidak terus bergantung pada bantuan provinsi maupun pusat.
“Segala kebutuhan sarana olahraga dan pembinaan atlet bergantung pada anggaran. Kalau pendapatan daerah meningkat di 2025, insyaallah di 2026 nilai hibah untuk olahraga juga kita tingkatkan. Dukungan semua pihak sangat diperlukan karena dampaknya akan meluas, mulai dari olahraga hingga sektor lain seperti insentif dan posyandu,” pungkasnya. (rifal)





