Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – KONI Kota Sukabumi resmi melantik pengurus baru masa bakti 2025–2029 dengan mengusung slogan “Ayeuna Waktuna, Ngahiji Berprestasi Menuju Kota Sukabumi Bercahaya” dan tagline “Bergerak Menang”. Acara berlangsung di GOR Merdeka Kota Sukabumi, Selasa (12/8/2025).
Ketua Umum KONI Jawa Barat, H.M. Budiana, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap kepengurusan baru di bawah pimpinan H. Yoseph Mahdi Yunansyah.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya kembali kepengurusan KONI Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Pak Yoseph, prestasi olahraga bisa semakin baik. Terima kasih juga kepada kepengurusan sebelumnya di bawah Pak Heikal yang telah membawa prestasi untuk Kota Sukabumi,” ujar Budiana.
“Untuk BKPBSI, kami harapkan Kota Sukabumi bisa berpartisipasi dengan penuh semangat. Soal anggaran, memang Kota Sukabumi belum mendapat dukungan yang memadai, tetapi hal itu menjadi kewenangan Pak Yoseph untuk mengelolanya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Sukabumi, H. Yoseph Mahdi Yunansyah, menjelaskan konsep pelantikan yang dibuat berbeda dengan menampilkan atraksi dari berbagai cabang olahraga seperti drum band, barongsai, taekwondo, tarung derajat, dan tinju.
“Saya ingin menunjukkan bahwa di Kota Sukabumi ada banyak orang hebat. Kalau dulu KONI memiliki cabang olahraga, sekarang saya balik: cabang olahraga yang memiliki KONI. Tujuannya agar rasa memiliki semakin tinggi,” kata Yoseph.
Menurutnya, semua cabang olahraga harus merasa bagian dari KONI. Dukungan akan difokuskan pada cabang yang memiliki peluang besar meraih prestasi.
“Kalau cabang tertentu tidak punya peluang menang, dukungan bisa dialihkan ke cabang lain yang lebih potensial, baik dari segi training camp, anggaran, maupun pembinaan. Prinsipnya, yang punya peluang kita genjot bersama-sama,” jelasnya.
Menjelang ajang POPDA Jawa Barat pada September mendatang, KONI Kota Sukabumi sudah berkoordinasi dengan Pemkot untuk menambah anggaran, terutama guna persiapan BK Porda dan BK Porprov.
“Kalau hanya mengandalkan dana yang ada, ketua bukan jadi ujung tombak, tapi ujung tombok. Pemkot harus membantu, karena ini untuk atlet Kota Sukabumi, bukan untuk saya,” tegas Yoseph.
Terkait filosofi “Bergerak Menang”, ia menjelaskan bahwa peluang kemenangan hanya dimiliki oleh mereka yang aktif berlatih, disiplin, dan konsisten. Ia juga menekankan pentingnya membina atlet lokal dibanding mendatangkan atlet dari luar kota.
“Menang itu penting, tapi membina atlet sendiri jauh lebih membanggakan. Lebih baik membina atlet muda untuk empat tahun ke depan meski hasilnya bukan di masa jabatan saya,” ungkapnya.
Yoseph menargetkan dukungan difokuskan pada 5–7 cabang olahraga potensial dari total sekitar 50 cabang yang ada.
“Kalau sekarang peringkatnya di 10 besar dan ingin ke 3 besar, itu sulit. Minimal kita harus berada di posisi 4–5 untuk punya peluang lebih besar. Jadi, anggaran harus fokus ke cabang yang realistis menang, bukan dibagi rata ke semua cabang,” pungkasnya. (rifal)





