Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Ratusan warga memadati kawasan Jalan Cihanjuang, tepatnya di depan Komplek Fadjar Raya, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, dalam gelaran Cibabat Fest yang berlangsung selama dua hari, 1-2 Agustus 2025.
Festival bertema kuliner dan UMKM ini menghadirkan sebanyak 20 pelaku usaha mikro dari wilayah Kelurahan Cibabat yang menampilkan aneka makanan khas dan produk unggulan.
Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama, menjadikan kawasan ini ramai oleh pengunjung yang ingin mencicipi kuliner lokal sekaligus menikmati berbagai hiburan.
Kami sangat memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang digagas oleh Himpunan UMKM Kelurahan Cibabat tersebut. Ia menyebut, event ini menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha lokal yang selama ini kurang terekspos.
“Mudah-mudahan ini menjadi momen bagi para pelaku UMKM yang selama ini malu-malu, sehingga produknya bisa lebih dikenal masyarakat,” ucap Lurah Cibabat, Bambang Wahyu Purwasto saat membuka acara, Jumat (1/8/2025).
Menurut Bambang, pemilihan lokasi di area strategis yang berada di pinggir jalan utama memberikan nilai tambah tersendiri. Selain akses yang mudah, lokasi ini juga berada di kawasan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, menjadikannya spot ideal untuk kegiatan publik.
Pemerintah Kelurahan Cibabat turut memberikan dukungan berupa fasilitasi promosi, spanduk, serta penyebaran informasi kegiatan. Bambang juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, bahkan berpindah lokasi agar jangkauannya semakin luas.
“Kalau bisa digelar keliling, apalagi mendekati perbatasan Cimahi dan Bandung Barat. Ini bisa menarik lebih banyak pengunjung dan memperluas pasar UMKM,” tambahnya.
Selain sebagai ajang promosi produk, Cibabat Fest juga dinilai sebagai sarana identifikasi produk-produk UMKM yang paling diminati masyarakat. Data ini akan berguna dalam upaya peningkatan kualitas dan produksi ke depannya.
Disinggung soal potensi oleh-oleh khas Kota Cimahi, Bambang mengakui bahwa hingga saat ini belum ada sentra oleh-oleh yang representatif.
“Padahal kalau digali banyak potensi. Seperti di Cibabat, ada produsen boneka jari yang pemasarannya sudah sampai luar daerah. Tapi masih banyak yang belum tahu di mana mencarinya,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan pemerintah kota dapat membangun pasar khusus oleh-oleh seperti Pasar Beringharjo di Yogyakarta, sebagai pusat promosi sekaligus pemberdayaan UMKM.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Himpunan UMKM Kelurahan Cibabat, Abah Nur, mengungkapkan bahwa Cibabat Fest disiapkan hanya dalam dua minggu. Meski persiapan tergolong singkat, acara sukses digelar dengan dukungan berbagai pihak termasuk dari lurah dan camat setempat.
“Alhamdulillah meski baru pertama, acaranya ramai. Antusiasme warga dan UMKM sangat tinggi, bahkan banyak yang belum bisa kami tampung karena keterbatasan tempat,” jelas Abah Nur saat dikonfirmasi melalui telepon Sabtu, 02/08/2025.
Dengan kuota hanya 20 UMKM, panitia melakukan seleksi ketat terhadap peserta. Meski begitu, semua pelaku UMKM yang mendaftar dinilai memiliki produk yang berkualitas.
Tak hanya menampilkan kuliner lokal, pengunjung juga disuguhkan hiburan seperti tarian tradisional dan penampilan musik dari seniman-seniman lokal Cimahi. Suasana menjadi semakin hidup saat senja menyapa langit Cimahi, diiringi tawa dan obrolan santai pengunjung yang menikmati sajian di bangku-bangku kedai Bakso Fadjar.
Cibabat Fest pun ditutup dengan harapan besar menjadi agenda rutin tahunan, wadah promosi, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. (Gani Abdul Rahman)





