Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Ketua RT dan RW se-Kelurahan Dayeuhluhur yang digelar di Villa Cantik, Kota Sukabumi, Kamis (24/7/2025).
Kegiatan yang merupakan agenda tahunan kelurahan ini diikuti oleh 76 Ketua RT dan 21 Ketua RW.
Wali Kota menegaskan pentingnya peran RT dan RW sebagai bagian dari struktur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
“RT dan RW adalah bagian dari struktural pemerintahan Kota Sukabumi. Sebagai kepala daerah, saya harus mengarahkan kekompakan dan kesolidan semua elemen struktural ini dalam melayani masyarakat,” ungkap Ayep Zaki.
Menurutnya, implementasi nilai-nilai keadilan sosial sebagaimana termaktub dalam sila kelima Pancasila hanya bisa terwujud jika seluruh elemen pemerintahan bekerja dengan solid, dimulai dari perencanaan anggaran sebagai hulu pembangunan.
“Hulu itu adalah anggaran. Berapa kita punya uang, baru kita salurkan ke lapisan terbawah seperti RT dan RW. Maka pelatihan seperti ini penting agar RT-RW semakin kompak dan siap bekerja. Kalau ini konsisten dilakukan tiga tahun ke depan, insya Allah Sukabumi akan berubah total,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menyinggung upaya pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendukung program-program pro-rakyat, termasuk pemberian insentif langsung. Ia menyebutkan, saat ini insentif tahun 2024 hanya sebesar Rp11 miliar, jauh dari kebutuhan riil.
“Kalau kita ingin memberikan insentif sebesar Rp1 juta per orang untuk 25 ribu warga miskin versi BPS, butuh Rp25 miliar. Itu baru satu jenis insentif. Belum untuk RT-RW dan lainnya. Maka target saya, insentif ini harus dinaikkan paling tidak menjadi Rp50 miliar,” tegasnya.
Ia menekankan, tujuan akhir dari program-program ini adalah memastikan tidak ada satu pun warga Kota Sukabumi yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seperti membeli beras.
“Target saya, jangan sampai ada satu warga Kota Sukabumi yang tidak bisa beli beras. Itu dulu saja. Jangan sampai ada yang hidup dalam kondisi sangat sulit,” ujarnya.
Terkait data kependudukan yang bersifat dinamis, Ayep menyampaikan bahwa pendataan dan pembaruan data berbasis KTP akan menjadi fokus ke depan, agar program pemerintah tepat sasaran. (rifal)





