TEROPONG INDONESIA – Teror berupa kiriman paket bangkai anjing membuat geger pengurus Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Paket tersebut dikemas dalam sebuah kardus dan dilapisi kantong kresek berwarna hitam lengkap dengan sebuah amplop berisi uang koin senilai Rp1000. Kemudian, dikirim dengan menggunakan ojek online dan diterima langsung Ketua LAKI KBB, Gunawan Rasyid pada Jumat 11 Juli 2025 pukul 21.26 WIB malam.
“Jadi malam itu saya sedang konsolidasi program bersama pengurus dan anggota LAKI. Tiba-tiba ada orang menanyakan sekretariat LAKI dan ternyata dari ojol,” kata Gunawan Rasyid saat ditemui, Sabtu 12 Juli 2025.
Saat itu, Gunawan mengaku bingung lantaran baik dirinya maupun sang istri tak pernah memesan barang atau paket lainnya. Bahkan, tidak ada telepon atau juga pesan apapun.
Sehingga, dirinya pun langsung berasumsi paket ini merupakan teror mengingat pihaknya baru menggelar aksi demonstrasi terkait dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB pada 9 Juli 2025 kemarin.
“Setelah itu paket tersebut dibuka bareng-bareng termasuk ojol yang mengirim paket itu dan ternyata ada plastik hitam di dalamnya,” ujarnya.
“Pas dipegang oleh keamanan di sini dan mencurigakan. Begitu dibuka ternyata bangkai anjing yang darahnya masih segar. Kalau sekarang bangkai anjingnya udah di kubur gak jauh dari sekretariat LAKI,” tambahnya.
Lantaran hal ini harus diselesaikan secara hukum, lanjut Gunawan, pihaknya pun telah melaporkan teror berupa paket bangkai anjing ini ke Mapolres Cimahi dan Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) III/5-1 Cimahi.
“Alhamdulillah tadi saya sudah melaporkan kasus ini kedua pihak berwajib, yakni Mapolres Cimahi dan Subdenpom Cimahi juga sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.
Selain bangkai anjing dengan corak hitam putih, sebut Gunawan, dalam paket tersebut juga berisi amplop bertuliskan alamat Sekretariat LAKI KBB Perumahan Prima Citapen, Blok A-5 No.18 lengkap dengan nama dan nomor handphone dirinya.
“Ada uang koin juga Rp1000. Tapi yang jelas teror itu bagi saya adalah sebuah intimidasi dan tekanan. Ini tidak boleh terjadi dan kita juga tidak boleh menganggap enteng karena ini menyangkut nyawa dan keluarga besar LAKI,” bebernya.
Sebab, pihaknya menyadari berhadapan dengan kasus korupsi itu sudah terjadi sebuah sinergitas mafia namun pihaknya tidak terlalu kaget. Makanya, upaya untuk mengantisipasi hal tak diinginkan dengan melapor ke Polres.
“Sejauh ini saya baru memastikan motif teror paket berisi bangkai anjing ini adalah dampak demo yang LAKI lakukan kemarin. Tapi biarlah aparat penegak hukum yang menyelidiki siapa pelakunya,” ujarnya.
Oleh karena itu, ungkap Gunawan, pihaknya mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan Polres Cimahi karena langsung melakukan olah TKP tak lama setelah dirinya melapor.
“Saya juga kaget kiranya penyelidikan akan dilakukan besok, ternyata hari Sabtu ini langsung dilakukan,” sambungnya.
Ditanya terkait apakah ada teror lain yang menimpa dirinya, Gunawan mengaku, sebelum aksi demo di depan kantor Dinas PUTR pihaknya sempat dihubungi 12 nomor tak dikenal.
“Bahkan, ada yang mengatasnamakan seseorang untuk ketemu juga ada cuma tidak saya ladeni karena ini merupakan peristiwa yang tidak melibatkan orang luar selain institusi,” paparnya.
“Tapi ada pihak-pihak luar yang ngajak ketemu dan ngobrol. Sehingga kalau dikaitkan dengan teror bangkai anjing ini diduga ada katerkaitan,” imbuhnya.
Pasca kejadian ini, lanjut Gunawan, pihaknya bakal terus memonitor perkembangan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polres Cimahi.
“Kalau hari ini saya cukup bangga karena hanya beberapa jam saja sudah ditindaklanjuti. Kemudian penguatan juga dilakukan secara lembaga oleh DPP LAKI yang diketuai Burhanuddin Abdullah dengan Mabes Polri di Jakarta,” ujarnya.
“Sekarang juga sedang bergerak di Jakarta karena ini harus tuntas,” tegasnya.***





