DPD Partai Demokrat Jabar Gelar Pendidikan Politik di Kota Sukabumi

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat bersama kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Sukabumi menggelar kegiatan pendidikan politik pada Senin, (17/6/25), di Hotel Fresh, Kota Sukabumi.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, serta Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, Mohamad Muraz.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan silaturahmi internal partai, mulai dari tingkat ranting hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta menjadi sarana transfer pengetahuan dan semangat juang kepada para kader.

“Ini adalah esensi dari bimbingan teknis. Kita ingin menanamkan semangat, harapan, dan tujuan yang harus kita capai bersama,” ujar Herman.

Herman juga menyampaikan bahwa kemenangan Partai Demokrat di Sukabumi bukanlah hal yang mustahil. Ia mengingatkan kembali keberhasilan partai di masa lalu yang pernah meraih dua kursi DPR RI, dua kursi DPRD provinsi, serta tujuh kursi di DPRD Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Ini catatan sejarah yang menunjukkan bahwa Demokrat pernah berjaya, dan kita bisa kembali menang,” tegasnya.

Ia juga menyinggung soal siklus politik 20 tahunan yang bisa menjadi momentum kebangkitan Partai Demokrat. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk terus aktif di tengah masyarakat, meskipun tanpa kegiatan besar atau mahal.

“Kita bisa hadir lewat gotong royong, memperbaiki rumah tidak layak huni (rutilahu), menangani sampah, atau kegiatan sosial lainnya. Itu bentuk konkret kehadiran partai,” jelasnya.

Terkait target politik ke depan, Herman menekankan pentingnya meraih kembali kekuatan kursi legislatif, khususnya di Kota Sukabumi yang saat ini hanya memiliki tiga kursi dari sebelumnya lima.

“Kalau ke depan kita menargetkan enam kursi, saya rasa itu realistis,” ucapnya.

Ia pun mengingatkan agar seluruh kader mulai mempersiapkan diri sejak dini menuju Pemilu 2029, termasuk dalam penjaringan bakal calon legislatif (caleg).

“Jangan sampai mendekati pemilu baru mencari caleg. Tiga bulan itu tidak cukup untuk menyentuh masyarakat. Persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari,” pungkasnya. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *