(TEROPONG INDONESIA)-, Kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka, Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Panen Raya Padi, bertempat di Desa Randegan Wetan Kecamatan Jatitujuh Majalengka. Senin (7/4)
Ketibaannya di Desa Randegan Wetan, Presiden didampingi Menteri Pertanian, Menko Pangan dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beramah-tamah dengan para Petani Lokal serta secara simbolis melaksanakan Panen Raya Padi menggunakan Combine Harvester, mesin pertanian modern yang digunakan untuk memanen padi, jagung, gandum dan hasil pertanian lainnya guna mengoptimalkan dan memaksimalkan hasil panen. Kegiatan ini juga sebagai bentuk perhatian Pemerintah terhadap para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan di Indonesia.
Dengan luas lahan ±160 hektar yang tergabung dalam 6 Kelompok Tani, Panen Raya Padi dilaksanakan dan berlokasi di Kelompok Tani Genjah yang mengelola lahan seluas 25 hektar dan Kelompok Tani Bojong Seler seluas 25 hektar. Berdasarkan hasil perhitungan ubinan, produksi padi varietas Inpari 32 menghasilkan 5.6 ton/hektar Gabah Kering Giling (GKG), 6 ton/hektar Gabah Kering Panen (GKP), sedangkan luas areal sawah di Kecamatan Jatitujuh mencapai 3.520 hektar yang terdiri dari 778 hektar tersebar di desa telah dipanen dan 2.742 hektar yang tersisa belum dipanen.
Pada kesempatan tersebut, Presiden RI menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pimpinan yang telah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sebelum maupun setelah Idulfitri. Selain itu, Presiden juga mengupayakan agar kebutuhan pokok terutama protein dapat lebih terjangkau oleh masyarakat dan menargetkan dalam satu tahun hal tersebut dapat tercapai.
Pemerintah akan mencari cara untuk meningkatkan hasil pertanian dengan penggunaan pupuk organik serta melakukan riset untuk membuat pupuk unggul dan melakukan pembasmian hama-hama dengan metode pembasmian yang efektif.
Presiden juga akan membuka 80.000 Koperasi yang tersebar disetiap Desa diseluruh Indonesia yang terintegrasi dalam jaringan Koperasi Nasional. Presiden juga berharap agar setiap desa memiliki gudang penyimpanan hasil panen serta kendaraan pengangkut hasil panen melalui kredit koperasi guna memudahkan petani.





