Rp300 Miliar Disiapkan untuk Pembangunan Tahap Awal Estuari di Siantan Timur

TEROPONG INDONESIA-, Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Provinsi Kepulauan Riau, Cen Sui Lan menjelaskan pihaknya terus memperjuangkan harapan warga perbatasan untuk pembangunan tahap awal estuari di lokasi air terjun Temburun di Kecamatan Siantan Timur, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, direncanakan akan turun dari APBN Rp300-an miliar pada tahun anggaran 2024.

Pembangunan estuari Temburun yang terintegrasi untuk sumber air bersih ini, berdasarkan hasil kunjungan kerja reses Cen Sui Lan, pekan kemarin. Pada saat kunjungan kerja reses di Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Cen Sui Lan menerima penjelasan dari Kepala BWS Sumatera IV Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Danil MT, tentang pembangunan estuari Temburun, Siantan Timur, Kepulauan Anambas.

Lokasi air terjun Temburun yang dirancang juga sebagai destinasi wisata alam Anambas, yang dibangun terintegrasi dengan estuari Temburun.

Estuari Temburun ini sebagai air baku untuk pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yang dilakukan oleh BP2W. Guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Pulau Siantan (Tarempa). Pada kesempatan tersebut, Cen Sui Lan meninjau lokasi air terjun Temburun yang dirancang juga sebagai destinasi wisata alam Anambas, yang dibangun terintegrasi dengan estuari Temburun.

“Pembangunan estuari Temburun ini akan dilaksanakan oleh BWS Sumatera IV Kepri Ditjen SDA Kementerian PUPR. Sedangkan IPA akan dibangun oleh BP2W Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Setelah selesai nantinya, dikelola oleh PDAM Kabupaten Kepulauan Anambas,” sebut Cen Sui Lan dalam keterangan tertulis kepada media, di Jakarta, Sabtu (23/12/2023).

Pembangunan estuari Temburun terintegrasi memasuki tahap awal. “Desainnya, sebagai fungsi penyediaan air baku, instalasi pengolahan air (IPA) dan fungsi destinasi wisata di Anambas,” sambung Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Ia turut menerangkan, setelah menerima laporan dari Danil MT Kepala BWS Sumatera IV dan Syarif Ahmad Kadis PUPR Anambas, untuk membangun estuari dibutuhkan Design Engineering Detail (DED), masuk tahun anggaran 2024.

Karena, lanjut Cen Sui Lan, estuari Temburun ini dapat menampung jutaan kubik air bersih dari gunung, dan difungsikan sebagai air baku untuk pengolahan sumber air minum bagi masyarakat Pulau Siantan (Tarempa). BP2W Kepri perannya untuk membangun Instalasi Pengelolaan Air. Setelah selesai, nantinya dikelola PDAM (UPTD) Anambas.

“Selain pengolahan sumber air bersih bagi masyarakat, kawasan air terjun Temburun itu ditata sebagai destinasi wisata. Untuk wisatanya, nanti dikelola BUMDes Temburun,” jelas Cen Sui Lan.

“Saya buatkan skema multiyears contract saja. Karena kewenangan anggaran ada di kita (saya), sebagai Anggota Komisi V DPR RI,” demikian dikatakan Cen Sui Lan.

Saat itu, turut pula hadir Stanley Cicero Tuatipanaya Kepala BPJN Kepri Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hasnidar Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Syarif Ahmad Kepala Dinas PUPR Anambas.

Baca Juga :  Di Tahun 2025, Disdik Targetkan Bangun 11 Sekolah Baru di Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *