Jurnalis Independen Bersatu Bagikan Konsep “Belajar Sebelum Belajar” Untuk Pelajar SMK

Teropong Indonesia (Kabupaten Bandung)-, Ikatan Remaja Masjid SMK Penida 1 Katapang menyelenggarakan acara pengukuhan pengurus dan anggota baru angkatan 2023. Acara belangsung 21-22 Oktober 2023 di lingkungan pendidikan SMK Penida 1 Katapang, Jl Terusan Kopo KM 13 No.247 Katapang.

Wakil Kepala SMK Penida 1 Bidang Kesiswaan, Hasan Sadikin S.Pd mengungkapkan pada acara bina iman, mental dan rohani yang berlangsung diisi oleh berbagai kegiatan. “Mulai dari sholat dhuha dan dzikir pagi-sore, pemberian materi ke 1-6. Selanjutnya tes hafalan, wide game, makan sore, tadarus, tadribu dakwah, parenting bincang bersama alumni, sholat qiyamul lail, jalan sehat dan pengukuhan Ikatan Remaja Masjid,” jelasnya saat on air bersama Fikri Subina Reporter Radio Republik Indonesia Bandung.

Hadir sebagai narasumber, Dwi Arifin dari organisasi profesi Jurnalis Independen Bersatu menyampaikan pembahasan perihal konsep “Belajar Sebelum Belajar”.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Human Development Indeks menjelaskan bahwa mulai tahun 2030 bonus demografi atau jumlah pemuda lebih banyak dari pada orang tua akan terjadi di Indonesia. Maka persaingan antar pemuda dalam meraih apa yang dicita-citakannya semakin ketat. Namun tidak perlu khawatir dengan kondisi itu. Jika di masa putih abu-abu atau SMK, sebagai pelajar sudah terbiasa membangun kualitas diri atau kompetensi sebagai modal mengahadapi persaingan tersebut.

Di antaranya melalui memaksimalkan proses belajar dengan mempraktekan konsep “Belajar Sebelum Belajar”. Konsep ini yang saya sempat jalani dan lengkapi dari berbagai referensi untuk dipraktekkan sebagai solusi dari banyaknya siswa yang tidak meminati mata pelajaran, tidak mempelajari sumber lain untuk melengkapi apa yang dipelajari atau tidak memiliki kelompok belajar yang ideal di lingkungannya.

Langkah-langkahnya ialah:

  1. Membaca do’a sebelum belajar.
Baca Juga :  Hasil Penilaian Ombudsman RI, Kabupaten Humbahas Meraih Piagam Penghargaan Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Kerena melalui do’a ini hati dan pikiran kita yang awalnya malas untuk belajar bisa berubah menjadi semangat belajar. Selain itu juga dengan mengawali berdo’a sebelum belajar maka keberkahan ilmu akan terbuka. Bahkan ada do’a khusus yang penting untuk dibacakan telah diajarkan oleh para ulama.

Ibnu Hajar  Al Asqalani dalam kitab Bulughul Maram, Bab tentang Dzikir & Do’a menuliskan hadist ke 1565. Diriwayatkan dari Anas, dia berkata: Rosululloh membaca do’a:

“Allohumma ingfa’ni bimaa a’llamtani wa a’llimni maa yangfau’ni wa rdzuqni i’lman yangfau’ni (Hadist Riwayat Nasa’i & Hakim)

Artinya: Ya Alloh, manfaatkan bagiku apa yang telah engkau ajarkan kepadaku, ajari aku dengan sesuatu yang bermanfaat bagiku dan karuniakan ilmu yang memberikan manfaat bagiku.

  1. Membiasakan belajar mandiri

Misalnya ada jadwal hari selasa akan belajar tentang Pancasila atau Kewiraushaan, dua hari sebelum masuk kelas. Sudah semestinya tanpa di suruh, sebagai pelajar itu harus mempelajari materi tersebut dengan membaca buku, artikel atau sumber lainnya yang membahas itu. Lalu membuat minimal 2 pertanyaan tentang Pancasila dan Kewiraushaan. Sehingga nanti pas masuk kelas, kita sebagai pelajar sudah memiliki bekal pengetahuan minimal 50% yang akan dibahas oleh gurunya dan dengan dua pertanyaan itu, kita akan mendapatkan ilmu tambahan yang sangat dibutuhkan atau yang penting diketahui.

  1. Membiasakan belajar kelompok

Tanpa belajar kelompok sebagai pelajar akan sulit mengetahui sejauh mana kecerdasan yang dimiliki. Karena dengan belajar kelompok kita akan mampu membandingkan kecerdasan kita dengan pelajar lainnya. Selain itu memiliki kelompok belajar antar siswa di luar sekolah atau yang beda sekolah akan terasa lebih banyak manfaatnya setelah lulus bagi kita yang akan memilih untuk langsung kerja, kuliah atau berwirausaha. Sebab mereka akan menjadi relasi yang memperluas akses atau teman perjuangan selanjutnya untuk bersama-sama meraih yang dicita-citakan.

  1. Mengikuti perlombaan antar pelajar
Baca Juga :  KCD VII Disdik Jabar Bersama Forum Wartawan Pendidikan Jabar Programkan Penguatan Fungsi Kehumasan

Melalui perlombaan antar sekolah yang diikuti secara tidak langsung akan melatih kemampuan bersaing menghadapi persaiangan global. Dari perlombaan itu, kompetensi atau keunggulan potensi diri yang selama di sekolah diasah akan teruji. Sejauh mana kualitasnya, jika dibandingkan dengan yang orang lain miliki.

Saat akhir acara tersebut, Hawa sebagai peserta sempat bertanya tentang prediksi persaingan global antara manusia dengan robot di masa depan ?…

Menurut Dwi Arifin saat menjawab pertanyaan itu, pada dasarnya manusia itu tidak bersaing dengan robot, karena robot hanyalah alat bantu untuk memudahkan kehidupan manusia. Namun yang diperkirakan terjadi ialah jumlah manusia katagori pemudanya lebih banyak dari pada orang tua. Sehingga yang akan terjadi persaingan ketat antara pemuda dengan pemuda. Khusunya di Indonesia dan ditambah dengan pemuda dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, maka sifat persaingan vokasi, ekonomi atau kesejahterannya menjadi global. Bukan seperti tahun 1990an kebanyakan anak muda bersaing dengan orang tua yang masih sebatas lokal atau antar daerah saat menjalankan kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *