Targetkan Mudik 1444 Hijriah Lancar, Wilayah Jateng Terapkan Sistem One Way

Teropong Indonesia (Semarang)-, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendampingi Menteri PUPR Basuki memantau arus mudik sepanjang ruas tol Cikampek menuju Semarang dengan helikopter, Selasa (18/4/2023). Penerapan sistem One Way yang diterapkan saat ini diharapkan efektif menekan potensi kemacetan.

Sebagai informasi, pemantauan udara bersama Menteri PUPR ini dilakukan bersamaan dengan perjalanan pulang, usai Gubernur melepas keberangkatan Mudik Gratis Jateng 2023 di Jakarta. Mereka bersama-sama berangkat dari Jakarta menuju Batang menggunakan helicopter, dan mendarat di Kawasan Industri Terpadu Batang.

Setelah mendarat, Gubernur dan Menteri PUPR melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju Rest Area Travoy KM 379A Tol Batang-Semarang dan Rest Area Travoy KM 389B Tol Semarang-Batang. Selain untuk memantau arus mudik, mereka juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di sekitar rest area, sambil ngabuburit.

“Dua hari ini saya melepas mudik, dan hari ini saya kembali ke Semarang dengan Pak Bas. Tadi diajak memantau one way dari udara. Alhamdulillah lancar (arus mudik),” kata Gubernur  di Rest Area Travoy KM 379A Tol Batang-Semarang.

Gubernur menjelaskan, mudik tahun ini sudah dipersiapkan sejak jauh hari, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepolisian, dan stakeholder lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Ini cara kami melayani masyarakat agar mereka bisa aman dan berkesan. Kesannya itu bergantung pada pelayanan dari kita semuanya. Rest areanya bersih tidak? Toiletnya cukup dan bersih tidak?”, terang Gubernur. Tidak hanya itu, Gubernur juga ingin memastikan UMKM yang berjualan di lokasi ikut menjual produk lokal dan berdagang dengan harga yang wajar.

Pada sambutannya, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR  yang ngebut membereskan jalan rusak dan jembatan. Bahkan hingga H-10, seluruh pekerjaan sudah selesai dilakukan. Menanggapi hal ini, Menteri PUPR mengatakan kesiapan infrastruktur memang sudah menjadi tanggungjawab kementeriannya. Namun untuk menciptakan suasana mudik yang nyaman tidak cukup dengan infrastruktur saja.

Baca Juga :  Kinerja Bupati Bandung & Opini Publik Mejelang Tahun Politik Dalam Pandangan Ketum BKPRMI Kabupaten Bandung

Menteri PUPR menjelaskan, suasana mudik nyaman dan aman juga perlu didukung faktor kebersihan dan kecukupan air bersih. Kedua regulasi, misalnya seperti penerapan one way
seperti yang sudah dilakukan saat ini. Ketiga adalah perilaku pengguna.

“Ketiga, perilaku pengguna. Kami semua harus bekerja sama saya (Kemen PUPR) tentang prasarana, polisi dan perhubungan regulasinya, dan pengguna juga harus berperilaku baik. Jangan sampai one way dibuka tapi masih ada yang rebutan untuk masuk,” katanya

http://www.koransinarpagijuara.com/2023/04/14/orgprof-jurnalis-independen-bersatu-sinergiskan-peran-media-massa-dengan-perguruan-tinggi-terakreditasi-unggul-baik-sekali-baik-di-pulau-jawa/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *