Ragam  

Lapas Kelas IIB Sumedang Lakukan Giat Opsih di Lingkungan Karaton Sumedang Larang

Pewarta: Steven Gervan

(TEROPONG INDONESIA)-, Dalam rangka memperingati Hari Pengayoman dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sumedang mengadakan kegiatan Operasi Bersih (Opsih) di area Karaton Sumedang Larang (KSL).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas IIB Sumedang untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Opsih yang dilaksanakan pada Jumat (9/8) pagi, melibatkan 16 petugas Lapas IIB Sumedang, serta warga binaan yang turut berpartisipasi dalam membersihkan dan merapikan area Karaton Sumedang Larang dengan pengawasan khusus. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Sumedang.

Tatang Sudriana, Kasi Bimbingan Anak Didik dan Kegiatan Kerja, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap warisan budaya daerah.

“Kesempatan ini kami membawa enam orang warga binaan untuk melaksanakan asimilasi, membantu kebersihan, dan berkontribusi dalam kegiatan sosial melalui Bakti Sosial Warga Binaan Pemasyarakatan. Kami bersama-sama melaksanakan kebersihan di lingkungan Karaton Sumedang Larang,” ujarnya kepada media, saat dikonfirmasi langsung di lokasi, Jumat (09/08/2024).

Selain itu, kegiatan Opsih ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Pengayoman dan HUT RI ke-79, yang diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme di kalangan petugas Lapas dan warga binaan.

Radya Anom KSL, Rd. Luky Djohari Soemawilaga, menyampaikan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh Kalapas IIB Sumedang. “Saya ucapkan terima kasih kepada Kalapas Sumedang. Saya kira kerjasama dan Opsih ini merupakan sebuah tindakan yang bagus, bagaimana Opsih bersama ini menunjukkan nilai-nilai kebersamaan,” ungkap Rd. Luky.

“Ada nilai-nilai gotong royong, sabilulungan, karena bagaimanapun juga, Karaton Sumedang Larang dan Museum Prabu Geusan Ulun merupakan kawasan cagar budaya yang tentu harus tetap kita jaga, lestarikan kebersihan dan ketertibannya,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan, Karaton Sumedang Larang bersama Yayasan Nadzhir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS) berharap dapat terus berkontribusi positif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta nilai-nilai sejarah di Kabupaten Sumedang.

“Mudah-mudahan, dengan komitmen bersama, ini akan menunjukkan sebuah kesadaran kolektif bagi kita dan masyarakat akan pentingnya keguyuban, sabilulungan untuk Sumedang yang lebih baik ke depan,” harap Rd. Luky sebagai Radya Anom KSL sekaligus Ketua YNWPS.

Rd. Luky juga menjelaskan, dengan selesainya kegiatan Opsih di Karaton Sumedang Larang, diharapkan bahwa situs bersejarah ini dapat terus terjaga kebersihan dan keindahannya, serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *