Refleksi Sumpah Pemuda ke-98, Anita Fajarianti Ajak Mahasiswa Perkuat Peran Generasi Muda

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Anita Fajarianti, menggelar serasehan refleksi bersama kalangan mahasiswa di salah satu tempat di Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk merefleksikan kembali makna Sumpah Pemuda sekaligus mendorong generasi muda agar berperan aktif dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, khususnya dalam pembangunan daerah.

Dalam kesempatan itu, Anita menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada peringatan seremonial setiap tahun. Nilai persatuan, perjuangan, dan keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini harus menjadi momentum bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk kembali merefleksikan perjuangan para pemuda terdahulu. Semangat persatuan yang mereka bangun harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anita.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa. Sebagai kelompok intelektual, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, tetapi juga mampu memberikan gagasan kritis dan solusi yang konstruktif.

“Mahasiswa harus berani menyampaikan gagasan, kritis terhadap persoalan yang ada, tetapi tetap mengedepankan sikap yang konstruktif. Pemuda memiliki energi, pemikiran, dan idealisme yang sangat dibutuhkan untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

Anita juga menilai dialog antara wakil rakyat dan mahasiswa penting untuk membangun komunikasi yang terbuka. Melalui diskusi semacam ini, berbagai pandangan dan aspirasi generasi muda dapat disampaikan sekaligus menjadi bahan refleksi dalam mendorong pembangunan Kota Sukabumi.

“Jangan sampai semangat Sumpah Pemuda hanya kita kenang sebagai sejarah. Nilai-nilainya harus hidup dalam tindakan, kepedulian terhadap masyarakat, serta keberanian untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan,” ungkapnya.

Ia berharap, momentum Sumpah Pemuda dapat memperkuat kolaborasi antara generasi muda, masyarakat, dan pemerintah sehingga lahir gagasan-gagasan segar yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Serasehan refleksi tersebut diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang berkelanjutan antara kalangan mahasiswa dan wakil rakyat, sekaligus mempertegas bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan menentukan arah masa depan bangsa. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *