BINTAN – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan jajaran pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Riau, M. Pithra Jaya Saragih, bersama jajaran Lapas Kelas IIA Tanjungpinang melaksanakan panen jagung hibrida sebanyak 250 kilogram, Selasa (27/10/2026).
Panen tersebut dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Bintan. Kegiatan ini menjadi bagian dari optimalisasi lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan yang dikelola secara berkelanjutan.
Hasil panen jagung hibrida ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam petelur milik Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pakan ternak sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan peternakan di dalam lapas.
Kakanwil Ditjenpas Kepri, M. Pithra Jaya Saragih, menegaskan pentingnya mengoptimalkan potensi lahan yang ada agar memberikan hasil nyata dan manfaat berkelanjutan bagi pembinaan.
“Panen jagung sebanyak 250 kilogram ini merupakan hasil dari upaya mengoptimalkan potensi lahan yang kita miliki. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan, tidak hanya untuk mendukung kebutuhan pakan ayam petelur, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Kakanwil.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Suparman, menyampaikan panen jagung ini merupakan bagian dari komitmen lapas dalam mengembangkan kegiatan produktif yang terintegrasi dengan pembinaan warga binaan.
“Melalui kegiatan pertanian dan peternakan di SAE, kami berupaya menciptakan program yang produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang sehingga memberikan manfaat bagi operasional peternakan Lapas sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan warga binaan,” ungkap Kalapas Suparman.
Melalui pemanfaatan hasil pertanian sebagai bahan pakan ternak, Lapas Kelas IIA Tanjungpinang berupaya membangun sistem produksi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.





