Kota Baru Parahyangan Hadirkan Hunian Kedua, Investasi Menjanjikan dan Konektivitas Kian Dekat

TEROPONG INDONESIA – Bagi warga Jakarta yang mendambakan ketenangan sekaligus keuntungan finansial, Kota Baru Parahyangan kini menjelma menjadi destinasi pilihan.

Kawasan kota mandiri seluas 1.250 hektare ini tak sekadar menawarkan hunian untuk beristirahat di akhir pekan, melainkan aset yang tumbuh nilainya sekaligus menghasilkan pendapatan pasif.

Direktur Kota Baru Parahyangan, Ryan Brasali, menegaskan bahwa konsep “rumah sekaligus investasi” ini semakin diminati seiring membaiknya aksesibilitas, terutama kehadiran Kereta Cepat Whoosh yang memangkas waktu tempuh dari Jakarta.

“Ketinggian kawasan 650–900 meter di atas permukaan laut memberikan udara sejuk dan pemandangan perbukitan serta danau yang menenangkan,” kata Ryan dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Ryan menyebut, fasilitas lengkap mulai dari sekolah, pusat perdagangan, hingga ruang terbuka hijau atau (RTH) membuat penghuni merasa nyaman menetap maupun berkunjung.

“Ketika ditinggal, hunian tidak kosong begitu saja dapat disewakan harian, bulanan, hingga tahunan, menyesuaikan kebutuhan dan target pasar,” sebutnya.

Kenaikan Nilai 7–10% Per Tahun, Dua Sumber Keuntungan Sekaligus

Ryan menuturkan, nilai properti di kawasan ini tumbuh konsisten rata-rata 7–10% setiap tahun, didorong penyelesaian infrastruktur dan fasilitas baru. Selain kenaikan harga jual kembali, pendapatan sewa juga menjanjikan:

“Sewa jangka menengah–panjang, rumah dihuni Rp80–100 juta/tahun, menghasilkan imbal hasil sekitar 2–3% per tahun dari harga properti Rp1,5–6 miliar,” tuturnya.

“Sementara untuk sewa harian/short stay: tarif Rp1,8–3 juta/malam, dengan tingkat hunian yang baik dapat menghasilkan 4–5% per tahun,” sambungnya.

“Pemilik mendapat dua keuntungan sekaligus: nilai aset yang naik terus, dan pendapatan sewa yang mengalir rutin. Ketika tidak dipakai, rumah bekerja menghasilkan uang sendiri,” jelas Ryan Brasali.

Whoosh dan Flyover: Jakarta Kini Semakin Dekat

Dikatakan Ryan, Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang membawa warga Jakarta ke pintu masuk kawasan dalam waktu sangat singkat. Dari jalur darat, Jalan Tol Cipularang dan akses langsung lewat Flyover Simpang Padalarang membuat perjalanan kian lancar tanpa macet di persimpangan.

“Dulu orang berpikir dua kali soal jarak. Kini dengan Whoosh dan flyover, perjalanan dari Jakarta terasa singkat. Ketenangan alam dan udara sejuk tinggal sekejap,” ujarnya.

Kemudahan akses ini membuka peluang lebih luas tidak hanya untuk berlibur, tetapi juga bagi pekerja profesional yang menetap sementara, keluarga yang berkunjung berkala, hingga ekspatriat yang menyukai suasana Bandung.

Bukan Sekadar Properti, Gaya Hidup Berkelanjutan

Kota Baru Parahyangan dirancang sebagai tempat tumbuh berkembang, bukan sekadar perumahan. Ruang terbuka hijau, danau, serta fasilitas sosial dan pendidikan dikelola secara berkelanjutan.

Bagi warga Jakarta, kepemilikan di sini adalah perpaduan langka, di mana tempat beristirahat yang memulihkan jiwa sekaligus investasi yang kokoh untuk masa depan.

“Kami membangun bukan sekadar jual beli rumah, tapi membangun tempat di mana orang ingin kembali berkali-kali. Dan setiap kunjungan, setiap hunian yang disewakan, menambah nilai bagi pemiliknya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *