Bulog Salurkan Bantuan Beras untuk 598 Keluarga di Sukatani KBB

TEROPONG INDONESIA,KBB – Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juli hingga September 2026 kepada masyarakat Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Sebanyak 598 Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk tiga bulan. Bantuan tersebut disalurkan sekaligus, dengan alokasi 10 kilogram per penerima setiap bulan.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Kota Bandung Yanto Nurdiyanto mengatakan, penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Proses penyaluran di tingkat desa dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kesiapan masyarakat.

“Data itu tetap diverifikasi, apalagi pada saat ini memang menggunakan data desil,” ujar Yanto saat penyaluran bantuan di Desa Sukatani, Jumat (11/9/2026).

Namun, persoalan perubahan data penerima masih menjadi perhatian. Kepala Desa Sukatani Dede Supriyadi mengatakan, jumlah penerima bantuan di desanya sebelumnya mencapai sekitar 700 orang. Pada alokasi Juli-September 2026, jumlah tersebut turun menjadi 598 penerima.

Dede berharap pemutakhiran data sosial ekonomi dapat terus dilakukan sehingga warga yang memenuhi kriteria tetap terdata dan memperoleh bantuan sesuai kondisi terbaru.

Kepala DKPP Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim mengatakan, bantuan pangan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan ekonomi.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv Singh yang turut melakukan pengawasan menyebut persoalan data, khususnya desil penerima, masih menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program bantuan pangan.

Secara nasional, bantuan pangan beras periode Juli-September 2026 menyasar sekitar 33,24 juta PBP. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan atau 30 kilogram untuk tiga bulan.

Pemerintah juga merencanakan kelanjutan bantuan pangan hingga Desember 2026. Karena itu, akurasi dan pemutakhiran data penerima menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *