TEROPONG INDONESIA,KBB– Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, berlangsung meriah. Melalui kegiatan Farmers Fun Day 2026, sebanyak 117 jenis komoditas hortikultura ditampilkan dalam bentuk gugunungan dan dicatat sebagai rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Kegiatan yang digelar di Lapangan Bola Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kamis (24/9/2026), mengusung tema “Sareundeuk Saigel Ngawangun Tatanen”. Kegiatan tersebut mempertemukan petani, kelompok tani, pemerintah, penyuluh, perusahaan sarana produksi pertanian, perbankan hingga pelaku usaha.
Gugunungan 117 komoditas hortikultura menjadi salah satu perhatian utama. Berbagai hasil pertanian petani Lembang dikumpulkan dan ditata menyerupai gunung sebagai gambaran keberagaman komoditas hortikultura di kawasan tersebut.
Selain pencatatan rekor, kegiatan juga diisi 43 stan pameran yang melibatkan 37 perusahaan di bidang benih, pupuk, pestisida, teknologi pertanian, pembiayaan dan agribisnis. Petani juga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari persoalan harga sarana produksi, keterbatasan lahan, pengairan, akses modal hingga pemasaran hasil panen.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung Barat Ahmad Fauzan Azima mengatakan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani melalui penguatan kelembagaan, produktivitas, teknologi, inovasi, hilirisasi, pemasaran serta akses permodalan.
“Kami, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani sebagai pahlawan pangan bangsa,” kata Ahmad Fauzan.
Ketua KTNA Kabupaten Bandung Barat Dedi Hernawan mengatakan Farmers Fun Day menjadi ruang silaturahmi sekaligus temu bisnis antara petani dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan sektor pertanian.
Menurutnya, KTNA juga berperan sebagai mitra pemerintah dan fasilitator kepentingan petani, termasuk mempertemukan petani dengan pembeli, perusahaan penyedia sarana produksi serta pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat Heru Budi Purnomo menyebut pencatatan rekor tersebut menjadi penghargaan bagi petani Lembang.
“Gugunungan 117 jenis komoditas hortikultura ini merupakan hasil inisiatif petani dan BPP Lembang,” ujar Heru.
Direktur PT Pasar Komoditas Nasional (Paskomnas Indonesia) Soekam Parwadi menyoroti pentingnya kepastian pasar bagi petani. Menurutnya, produksi yang tinggi belum tentu meningkatkan kesejahteraan petani apabila hasil panen tidak terserap pasar dengan harga yang memadai.
Ia menyebut lima hal yang perlu diperhatikan petani dalam menghadapi persaingan pasar, yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, kompetitif dan kooperatif.
Perwakilan BPP Lembang, Jamaluddin, menegaskan program pertanian harus memberikan manfaat langsung kepada petani, bukan berhenti pada perencanaan.
“Kalau kita benar-benar ingin membangun pertanian, jangan hanya membangun program di atas kertas. Program harus sampai ke lahan, kelompok tani, dan petani, serta terasa manfaatnya,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada dua kelompok petani berprestasi, yakni Agronative Farm Desa Cibodas yang mengembangkan smart farming dan pertanian berkelanjutan, serta Kelompok Tani Banana Pisang Lembang yang mengembangkan pisang Ambon Lumut Layung dan meraih juara ketiga tingkat nasional.
Peringatan Hari Tani Nasional di Lembang tidak hanya menampilkan keberagaman 117 komoditas hortikultura, tetapi juga memperlihatkan berbagai persoalan yang masih dihadapi petani, seperti biaya produksi, keterbatasan lahan, pengairan, teknologi, permodalan, pemasaran dan fluktuasi harga.
Dengan potensi hortikultura yang besar, tantangan berikutnya adalah memastikan keberagaman hasil pertanian tersebut mampu memberikan nilai tambah dan pendapatan yang lebih baik bagi petani Lembang.





